Sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia menjadi salah satu pilar utama yang menyokong katahanan energi nasional. PT Pertamina EP (PEP) sebagai salah satu kontraktor kontrak kerja sama di Indonesia. Pada tahun 2023 PEP berhasil mencatatkan temuan sumberdaya (2C) sebesar 159.12 MMBOE dan penambahan cadangan (P1) 217%. Demi mempercepat produksi dan mempekuar kolaborasi, PEP dapat melakukan kerja sama operasi untuk sebagian wilayah kerjanya melalui Joint Operating Agreement (JOA), dengan konsep fiskal yang memodifikasi skema Production Sharing Contract (PSC) antara Pertamina EP dan Pemerintah Indonesia melalui supervisi SKK Migas selaku regulator. Namun, syarat dan ketentuan pada JOA eksisting dirasa sudah tidak relevan dan tidak fleksibel, yang menurunkan partsipasi JV Partners, melemahkan semangat investasi baru, dan menempatkan risiko operasional dan risiko finansial yang sangat besar kepada mitra.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model kerja sama operasi PEP dan mengusulkan strategi kooperatif tingkat bisnis yang lebih seimbang, berbasis kinerja, dan menarik bagi investasi. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion dengan Subject Matter Experts serta analisis data sekunder dari catatan operasional, laporan internal, dan literatur. Dengan menggunakan analisis pemangku kepentingan, analisis lingkungan internal dan eksternal, serta kerangka manajemen strategis, penelitian ini mengintegrasikan analisis empiris terhadap empat studi kasus, yaitu KSO Meruap, BOSL, GWN, dan FSE. Kerangka Siklus Aliansi diterapkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola kerja sama PEP dari tahap pembentukan hingga perpanjangan kontrak.
Hasil studi menunjukkan dibutuhkannya usulan penyesuaian syarat dan ketetuan dalam kontrak kerjasama oeprasi meliputi cost recovery yang lebih adil, pembagian risiko yang lebih merata, dan adanya tambahan split berdasarkan performa. Studi ini menyimpulkan bahwa strategy kerjasama yang lebih relevan dan fleksibel akan berdampak baik pada posisi PEP dalam hal memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, meningkatkan kepercayaan diri investor, dan pada akhirnya mendukung pencapaian ketahanan energi nasional dalam industri migas yang dinamis.
Perpustakaan Digital ITB