Motif parang merupakan salah satu motif larangan Keraton Yogyakarta yang secara
historis berfungsi sebagai simbol identitas, legitimasi kekuasaan, dan hierarki sosial.
Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik visual motif parang sebagai identitas
motif larangan Keraton Yogyakarta serta menganalisis perubahan penerapannya
sebagai representasi dinamika perubahan pemakaian busana di masyarakat. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi
literatur, observasi, dokumentasi visual, dan wawancara di Keraton Yogyakarta,
Kampung Batik Giriloyo, Museum Batik Yogyakarta, dan Museum Tekstil Jakarta.
Analisis dilakukan menggunakan teori estetika Djelantik, konsep teraga dan tak teraga
Widagdo, estetika terapan Agus Sachari, serta teori perubahan sosial Soerjono
Soekanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas visual motif parang tetap
dipertahankan melalui struktur diagonal, repetisi, dan komposisi visualnya, sedangkan
perubahan terjadi pada fungsi, kelompok pengguna, media, dan konteks pemakaiannya.
Dengan demikian, perubahan yang terjadi tidak terletak pada bentuk visual motif,
melainkan pada penerapannya dalam praktik pemakaian busana masyarakat sebagai
bentuk adaptasi terhadap perubahan sosial.
Perpustakaan Digital ITB