digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

EVALUASI TEKNIS ROAD OYL SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA MATERIAL LAPIS PONDASI DENGAN GRADASI RAPAT, Gendut Hantoro, 1995, Program Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. ROAD OYL adalah getah damar emulsi yang dimodifikasi, digunakan dalam campuran dingin, tanpa bahan pelarut, emulsi yang mengandung air, dibuat di Amerika Serikat oleh Road Product Corporation dan dinyatakan mempunyai daya pengikat khas dan memberikan stabilitas mirip dengan yang dapat dicapai oleh campuran bitumen emulsi dan aspal campuran panas. Tujuan penelitian adalah membandingkan sifat-sifat batuan lapisan pondasi yang distabilkan dengan mengunakan Road Oyl dan bitumen minyak (pen 60 dan pen 80) dengan menggunakan tes Marshall, Marshall Immersion Test dan Indirect Tensile test. Digunakan batuan dengan gradasi rapat pada batas atas dan batas bawah dari amplop gradasi sesuai dengan spesifikasi Bina Marga (1983). Ada sejumlah metode untuk merancang campuran batuan dan emulsi. Dalam penelitian ini digunakan metode yang disarankan oleh produsen Road Oyl. Metode tersebut memperinci prosedur penyiapan dan perawatan contoh uji; analisis komposisi campuran dan pengujian sifat-sifat kekuatan mengikuti prosedur Marshall dalam merancang aspal campuran panas. Tren yang teramati pada contoh dengan Road Oyl menunjukkan adanya ketidak-konsistensian hasil pada beberapa analisis Marshall jika dibandingkan dengan sifat-sifat aspal campuran panas. Kecuali pada stabilitas Marshall, contoh yang dibuat dengan menggunakan Road Oyl tidak dapat memenuhi kriteria Bina Marga (1983) untuk bahan lapis pondasi. Meskipun syarat tersebut untuk aspal campuran panas dan relevansinya pada campuran emulsi sebaiknya diteliti lagi. Contoh yang dibuat dengan Road Oyl runtuh ketika direndam dalam air; ini mungkin disebabkan oleh tingginya persentase kandungan udara dalam rongga. Indirect Tensile Strength dart campuran Road Oyl lebih tahan pada suhu rendah dibandingkan dengan contoh yang menggunakan bahan pengikat konvensional. Di semua kasus, contoh yang dibuat pada batas atas gradasi spesifikasi menunjukkan perilaku yang lebih unggul