Proyek Tugas Akhir ini mempersembahkan "Tayla" (2026), sebuah instalasi
interaktif yang mengkritik keterikatan parasosial dalam budaya digital
kontemporer. Karya ini membangun sebuah tubuh yang terfragmentasi yang terdiri
dari replika tangan silikon dan wajah digital non-realistis yang dimodelkan
berdasarkan Taylor Swift. Mengacu pada teori parasosial, instalasi ini
mempertanyakan bagaimana teknologi dapat memediasi sekaligus mendistorsi
hubungan sosial. Proyek ini menerapkan metodologi berbasis praktik dan iteratif
yang mengintegrasikan eksperimen material dengan pengembangan konseptual.
Dengan mempertanyakan bagaimana logika interaksi sederhana, pemilihan
material silikon, dan estetika low-poly bekerja untuk mengkritik persoalan
parasosial, karya ini menginvestigasi mekanisme di balik konstruksi keintiman
dalam budaya digital. Tangan silikon, yang dibuat melalui proses pembuatan
cetakan dan pengujian material, mengundang sentuhan fisik melalui
materialitasnya yang dingin dan tanpa struktur tulang sehingga menciptakan
ketegangan taktil yang janggal dan aneh. Wajah digital, yang diciptakan
menggunakan perangkat lunak pemodelan dan animasi 3D dengan estetika low-poly
yang memperlihatkan artefak poligonalnya secara terbuka, merespons dengan
ekspresi yang diprogram secara deterministik (tekanan memicu senyuman),
mengungkapkan asimetri struktural yang melekat dalam hubungan parasosial.
Melalui penggunaan citra Taylor Swift — yang telah diganti namanya menjadi
"Tayla" — sebagai model referensi, karya ini merujuk pada keterikatan parasosial
yang berkembang menjadi budaya penggemar fanatik (stan culture) dan pemujaan
selebriti kontemporer, sementara penamaan yang berbeda menciptakan jarak kritis
yang menolak identifikasi langsung.
Perpustakaan Digital ITB