digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Davin Ammar Kusuma [17022024]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Proyek Tugas Akhir ini mempersembahkan "Tayla" (2026), sebuah instalasi interaktif yang mengkritik keterikatan parasosial dalam budaya digital kontemporer. Karya ini membangun sebuah tubuh yang terfragmentasi yang terdiri dari replika tangan silikon dan wajah digital non-realistis yang dimodelkan berdasarkan Taylor Swift. Mengacu pada teori parasosial, instalasi ini mempertanyakan bagaimana teknologi dapat memediasi sekaligus mendistorsi hubungan sosial. Proyek ini menerapkan metodologi berbasis praktik dan iteratif yang mengintegrasikan eksperimen material dengan pengembangan konseptual. Dengan mempertanyakan bagaimana logika interaksi sederhana, pemilihan material silikon, dan estetika low-poly bekerja untuk mengkritik persoalan parasosial, karya ini menginvestigasi mekanisme di balik konstruksi keintiman dalam budaya digital. Tangan silikon, yang dibuat melalui proses pembuatan cetakan dan pengujian material, mengundang sentuhan fisik melalui materialitasnya yang dingin dan tanpa struktur tulang sehingga menciptakan ketegangan taktil yang janggal dan aneh. Wajah digital, yang diciptakan menggunakan perangkat lunak pemodelan dan animasi 3D dengan estetika low-poly yang memperlihatkan artefak poligonalnya secara terbuka, merespons dengan ekspresi yang diprogram secara deterministik (tekanan memicu senyuman), mengungkapkan asimetri struktural yang melekat dalam hubungan parasosial. Melalui penggunaan citra Taylor Swift — yang telah diganti namanya menjadi "Tayla" — sebagai model referensi, karya ini merujuk pada keterikatan parasosial yang berkembang menjadi budaya penggemar fanatik (stan culture) dan pemujaan selebriti kontemporer, sementara penamaan yang berbeda menciptakan jarak kritis yang menolak identifikasi langsung.