Pelabuhan Cigading 1, khususnya Dermaga 4 merupakan kawasan operasional
yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut dan gaya angin yang berperan dalam
mengendalikan sirkulasi massa air serta flushing time. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan model hidrodinamika tiga dimensi menggunakan Delft3D
FLOW, menganalisis pengaruh gaya angin terhadap pola sirkulasi arus,
mengkuantifikasi variabilitas flushing time menggunakan simulasi conservative
tracer transport, serta mengevaluasi implikasinya terhadap keselamatan
operasional dermaga. Model dibangun menggunakan data batimetri, pasang surut
dari Tide Model Driver (TMD), dan data angin ERA5 periode 2000-2025. Skenario
angin ekstrem ditentukan melalui Extreme Value Analysis (EVA) metode Peak
Over-Threshold (POT)-Weibull dan dikoreksi menggunakan Quantile Delta
Mapping (QDM).
Hasil validasi menunjukkan performa model yang baik dengan nilai RMSE 0,06 m
dan koefisien korelasi 0,96. Kecepatan angin ekstrem periode ulang 25, 50, dan 100
tahun berturut-turut sebesar 10,53 m/s, 11,01 m/s, dan 11,49 m/s. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa pasang surut merupakan pengontrol utama sirkulasi arus,
sedangkan tegangan angin meningkatkan magnitudo arus pada lapisan permukaan.
Peningkatan intensitas angin menyebabkan percepatan flushing time dengan inlet
memiliki pembilasan tercepat, namun area estuari dan sisi pelabuhan menunjukkan
waktu tinggal massa air terlama karena tegangan angin yang menahan massa air.
Selain itu, musim barat menghasilkan flushing time yang lebih singkat
dibandingkan musim timur walaupun terdapat massa air yang tertahan oleh
tegangan angin.
Perpustakaan Digital ITB