digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tasya Salsabila
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Kanker payudara termasuk jenis kanker dengan insidensi tertinggi pada perempuan dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Penyakit ini ini dapat menjadi lebih agresif karena terjadi metastasis yang didukung oleh proses angiogenesis. Meskipun berbagai agen antiangiogenik telah digunakan dalam terapi, efektivitasnya masih terbatas dan terkadang menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kandidat agen antiangiogenik yang lebih efektif dan aman. Salah satu senyawa alam yang berpotensi adalah ?-mangostin, yaitu senyawa golongan xanton yang diisolasi dari perikarp Garcinia mangostana L. dan diketahui memiliki aktivitas antikanker melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pre-treatment ?-mangostin terhadap kemampuan angiogenik sel kanker payudara MCF-7 pada model chorioallantoic membrane (CAM), serta mengidentifikasi konsentrasi yang memberikan efek antiangiogenik paling optimal berdasarkan Composite Inhibition Index (CII) terhadap angiogenesis. Sel MCF-7 dikultur dan diberi pre-treatment ?-mangostin selama 24 jam pada konsentrasi 7,45 ?M (IC25), 17,25 ?M (IC50), dan 54,42 ?M (IC75). Sel kemudian diinokulasikan ke CAM telur ayam berembrio berusia 4 hari. Paclitaxel (2,5 nM) digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan sel MCF-7 tanpa pre-treatment digunakan sebagai kontrol negatif dan kelompok CAM yang hanya diberi medium digunakan sebagai kelompok blank. Aktivitas angiogenesis dievaluasi berdasarkan total panjang pembuluh darah, jumlah cabang, jumlah titik cabang, dan densitas vaskular yang dinormalisasi terhadap luas Region of Interest (ROI) CAM menggunakan ImageJ versi 1.54p. Data dianalisis melalui uji Shapiro–Wilk, Brown-Forsythe, one-way ANOVA, uji lanjut Tukey dan Dunnett untuk perbandingan terhadap kelompok MS dengan GraphPad Prism versi 10.4.2. dan dihitung CII-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antarkelompok (p < 0,05) pada parameter total panjang pembuluh darah ternormalisasi, jumlah cabang ternormalisasi, serta titik cabang ternormalisasi, tetapi tidak pada densitas vaskular (p > 0,05). Berdasarkan CII, konsentrasi 54,42 ?M (IC75) menunjukkan efek inhibisi angiogenesis paling besar di antara kelompok pre-treatment ?-mangostin, dengan nilai CII sebesar 11,738 ± 21,455%. Sementara itu, kelompok kontrol positif paclitaxel menunjukkan nilai CII sebesar 33,336 ± 18,406%. Kelompok dengan konsentrasi 7,45 ?M (IC25) menunjukkan nilai CII sebesar 5,714 ± 17,112%, sedangkan konsentrasi 17,25 ?M (IC50) menunjukkan nilai CII sebesar ?28,806 ± 67,435%. Berdasarkan hasil penelitian ini, pre-treatment ?-mangostin pada konsentrasi 54,42 ?M (IC75) menunjukkan potensi inhibisi angiogenesis paling besar di antara konsentrasi ?-mangostin yang diuji berdasarkan nilai CII.