digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

abdtrak_Aninditya Regina Mudrig [13322034]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengujian mutu fisik biji kopi mentah di Indonesia mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2907-2008. Pengujian mutu fisik biji kopi saat ini banyak dilakukan secara manual melalui metode organoleptik visual. Metode ini memiliki kelemahan berupa potensi penilaian yang tidak konsisten dan tidak efisien waktu seiring bertambahnya volume sampel pengujian. Untuk mendukung otomasi pengujian mutu fisik biji kopi menggunakan visi komputer, diperlukan sistem pelontar yang mampu menjatuhkan biji kopi satu per satu (singulasi). Sistem pengumpan terdahulu seperti rotary feeder dan vibratory feeder memiliki kelemahan terhadap sensitivitas ukuran biji dan sering memicu fenomena kemacetan total (arching) pada corong penampung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang purwarupa sistem otomasi pelontar biji kopi berbasis centrifugal feeder. Purwarupa dirancang menggunakan metode pencetakan 3D yang terdiri dari rangka stasioner, piringan berputar, serta ruang singulasi. Ruang singulasi ini diotomasi menggunakan mekanisme dua gerbang rack and pinion yang dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Pro Mini dengan umpan balik dari sensor inframerah. Kinerja sistem dievaluasi berdasarkan analisis trajektori biji kopi, pengujian tingkat keberhasilan singulasi, dan pengujian kapasitas beban alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan mekanis ini berhasil menstabilkan lintasan biji kopi pada rata-rata radius 9,98 hingga 10,6 cm. Sistem juga mampu mencapai tingkat keberhasilan singulasi yang absolut sebesar 100% tanpa keluaran ganda ketika beroperasi pada putaran dinamis 160 RPM dan 145 RPM secara bergantian. Pengujian kapasitas masukan menunjukkan bahwa stabilitas prototipe ini berada pada rentang 35 hingga 45 biji kopi. Sistem mulai mengalami penurunan tingkat linearitas laju keluaran biji kopi pada kapasitas minimum (30 biji) akibat berkurangnya efek gaya dorong kelompok, serta mengalami kegagalan (keluaran ganda) pada kapasitas maksimum (50 biji) akibat peningkatan gaya gesek internal.