2026 SK PP_Ahmad Haykal Dwitama Soekasah_19022191
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos
Kerugian dan limbah pangan telah menjadi tantangan besar yang memengaruhi ketahanan pangan, keberlanjutan, dan pembangunan ekonomi di seluruh dunia. Indonesia termasuk di antara negara- negara yang mengalami kerugian dan limbah pangan yang substansial, menghasilkan sekitar 23- 48 juta ton per tahun, setara dengan 115-184 kilogram per kapita, dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai 213-551 triliun per tahun. Salah satu faktor utama yang berkontribusi adalah ketidakefisienan infrastruktur rantai dingin dan adopsi teknologi rantai dingin digital yang terbatas di seluruh rantai pasok pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi rantai dingin digital di Indonesia dalam mengatasi tantangan kehilangan dan pemborosan pangan, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang ada dan peluang strategis untuk pengembangan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) yang dipandu oleh kerangka kerja PRISMA 2020, dilengkapi dengan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer dan analisis konten tematik. Analisis bibliometrik mengidentifikasi tiga kelompok penelitian utama, yaitu: (1) rantai dingin, keberlanjutan, dan ekonomi sirkular; (2) ketahanan pangan, rantai pasok, dan Industri 4.0; serta (3) pembelajaran mesin dan kerugian pasca panen. Temuan ini mengungkapkan adanya kesenjangan kontekstual, teoretis, empiris, metodologis, dan praktis yang signifikan terkait integrasi teknologi digital dengan manajemen rantai dingin dan pengurangan limbah pangan di negara-negara berkembang 4
Perpustakaan Digital ITB