digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nada Galuh Khalisa
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang digunakan untuk menginterpretasikan distribusi resistivitas bawah permukaan berdasarkan variasi alami medan elektromagnetik. Proses inversi data MT bersifat nonlinier dan memiliki solusi tidak tunggal, sehingga pemilihan algoritma inversi memengaruhi kualitas model resistivitas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa algoritma inversi Occam dan Very Fast Simulated Annealing (VFSA) pada inversi magnetotelurik satu dimensi (1D) menggunakan data sintetik dan data lapangan di daerah Tangkuban Parahu. Metode penelitian meliputi pemodelan ke depan MT 1D, implementasi algoritma Occam dan VFSA menggunakan MATLAB, serta evaluasi berdasarkan nilai Root Mean Square (RMS) error, waktu komputasi, jumlah iterasi, dan karakteristik model resistivitas hasil inversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua algoritma berhasil merekonstruksi model resistivitas bawah permukaan. Pada data sintetik, VFSA memberikan performa lebih baik dengan RMS total mencapai 6,86 × 10??, sedangkan pada data lapangan Occam menghasilkan RMS total yang lebih rendah (3,0190–3,0790) serta model resistivitas yang lebih halus dan stabil. Sebaliknya, VFSA memiliki waktu komputasi yang lebih cepat dan mampu mempertahankan kontras resistivitas yang lebih tegas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Occam lebih sesuai untuk inversi data lapangan, sedangkan VFSA lebih efektif untuk data sintetik atau model dengan jumlah parameter yang relatif sedikit.