ABSTRAK Nada Galuh Khalisa
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang
digunakan untuk menginterpretasikan distribusi resistivitas bawah permukaan
berdasarkan variasi alami medan elektromagnetik. Proses inversi data MT bersifat
nonlinier dan memiliki solusi tidak tunggal, sehingga pemilihan algoritma inversi
memengaruhi kualitas model resistivitas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan
membandingkan performa algoritma inversi Occam dan Very Fast Simulated
Annealing (VFSA) pada inversi magnetotelurik satu dimensi (1D) menggunakan
data sintetik dan data lapangan di daerah Tangkuban Parahu. Metode penelitian
meliputi pemodelan ke depan MT 1D, implementasi algoritma Occam dan VFSA
menggunakan MATLAB, serta evaluasi berdasarkan nilai Root Mean Square
(RMS) error, waktu komputasi, jumlah iterasi, dan karakteristik model resistivitas
hasil inversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua algoritma berhasil
merekonstruksi model resistivitas bawah permukaan. Pada data sintetik, VFSA
memberikan performa lebih baik dengan RMS total mencapai 6,86 × 10??,
sedangkan pada data lapangan Occam menghasilkan RMS total yang lebih rendah
(3,0190–3,0790) serta model resistivitas yang lebih halus dan stabil. Sebaliknya,
VFSA memiliki waktu komputasi yang lebih cepat dan mampu mempertahankan
kontras resistivitas yang lebih tegas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Occam
lebih sesuai untuk inversi data lapangan, sedangkan VFSA lebih efektif untuk data
sintetik atau model dengan jumlah parameter yang relatif sedikit.
Perpustakaan Digital ITB