Transportasi online merupakan produk pengembangan pelayanan transportasi yang muncul karena perkembangan teknologi. Semakin berkembanganya aktivitas perkotaan, permintaan terhadap transportasi online semakin berkembang dan mempengaruhi transportasi konvensional. Di Kota Bandung, terdapat indikasi adanya perubahan permintaan terhadap angkutan taksi pascakemunculan taksi online. Sementara itu, salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi adalah kualitas pelayanan transportasi yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan pelayanan taksi online dan taksi konvensional di Kota Bandung berdasarkan perspektif pengguna yang pada saat ini cenderung menggunakan taksi online. Dengan menggunakan pengembangan indikator model Servqual, metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode analisis gap dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan kualitas pelayanan taksi online dan taksi konvensional. Terdapat dua belas atribut kualitas pelayanan yang unggul dari taksi online yaitu fasilitas tambahan di dalam kendaraan, modernitas kendaraaan, dan modernitas teknologi, jam operasional, keramahan teknologi, kemudahan akses pelayanan, kebersihan dan kelayakan kendaraan, ketersediaan layanan pengaduan, penginformasian atas layanan yang diperoleh, kenyamanan kendaraan, efisiensi tarif perjalanan, dan kesopanan dan keramahan sopir/ driver. Sementara itu, tiga atribut pelayanan taksi konvensional yang unggul yaitu kesesuaian kendaraan, kesediaan sopir/ driver memberikan bantuan, dan jaminan keselamatan.
Perpustakaan Digital ITB