digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Nasha Nasmia
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pertumbuhan penduduk Kota Bandung yang terus meningkat memperbesar tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah, sementara krisis kapasitas TPA Sarimukti menyebabkan pemangkasan kuota pembuangan untuk Kota Bandung secara bertahap. Akibatnya, capaian pengelolaan sampah terhadap target Jakstrada masih rendah dan penumpukan sampah sering terjadi di Tempat Penampungan Sementara maupun jalanan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancangan rantai nilai layanan pengelolaan sampah Kota Bandung yang dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung peningkatan capaian pengelolaan sampah. Pendekatan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistem rantai nilai, yang memetakan sistem pengelolaan sampah sebagai satu aktivitas penciptaan nilai. Sistem eksisting dipetakan menggunakan kerangka rantai nilai jasa sektor publik untuk mengidentifikasi aktivitas, aktor yang terlibat, serta value driver masyarakat sebagai penerima layanan. Value driver tersebut diterjemahkan menjadi 22 atribut layanan dan diukur menggunakan instrumen SERVQUAL terhadap 118 responden warga Kota Bandung untuk memperoleh atribut value driver yang diprioritaskan untuk diperbaiki. Kesenjangan pada atribut tersebut kemudian diselesaikan melalui pendekatan line balancing problem untuk mengidentifikasi bottleneck serta merancang strategi usulan pada pilot project Kecamatan Coblong. Seluruh atribut value driver memiliki nilai gap negatif, dengan kesenjangan terlebar pada pencegahan penumpukan sampah di TPS dan jalanan (?3,22) serta kebersihan TPS (?3,01). Rancangan usulan disusun melalui tiga usulan, yaitu penguatan kapasitas pengolahan organik, peningkatan pemilahan di sumber, dan penguatan pemulihan sampah anorganik melalui kemitraan. Pada lingkup pilot project Kecamatan Coblong, rancangan ini meningkatkan tingkat pengurangan sampah dari TPA dari 31,7% menjadi 61,4% serta menghilangkan penumpukan sampah sebesar 1,49 ton/hari, dengan kebutuhan subsidi yang masih berada dalam batas keterjangkauan fiskal. Ketika rantai nilai usulan direplikasi ke seluruh kecamatan, rasio capaian pengurangan berpotensi meningkat dari 0,71 menuju 1,0, sehingga sebagai proyeksi ilustratif skor indikator capaian pengelolaan sampah terhadap target Jakstrada berpotensi naik dari 6,42 menjadi 9,70 dari 20 poin.