Kawasan Terminal Kampung Melayu merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta yang melayani mobilitas ribuan pengguna setiap hari. Meskipun telah melalui proses revitalisasi pada tahun 2023, tingkat inklusivitas kawasan ini bagi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia belum teruji sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain kawasan Terminal Kampung Melayu dengan pendekatan Gender Equality dan Disability Inclusion guna merumuskan kebutuhan intervensi perancangan yang mampu meningkatkan inklusivitas kawasan secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yang menggabungkan analisis kuantitatif skoring dengan analisis kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara berjalan (walking interview) bersama delapan partisipan dari kelompok rentan untuk menangkap pengalaman ruang secara langsung.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi eksisting kawasan masuk dalam kategori "Cenderung Tidak Terpenuhi" dengan nilai pemenuhan prinsip total sebesar 35,77%. Kriteria inklusivitas mencatat skor terendah (6,25%), mengindikasikan adanya fenomena "disabled-by-design" dimana infrastruktur fisik seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tanpa lift dan guiding block yang terputus justru menghambat kemandirian mobilitas pengguna. Dari perspektif gender, ketiadaan sistem pengawasan aktif dan pencahayaan yang buruk di beberapa titik menciptakan rasa tidak aman bagi perempuan, yang diperburuk oleh pengalaman pelecehan verbal (catcalling) di area terminal. Temuan ini menegaskan bahwa desain lingkungan saat ini masih didominasi oleh orientasi efisiensi kendaraan bermotor dibandingkan kenyamanan pejalan kaki. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan prinsip perancangan baru yang mengadaptasi kondisi aktual dan preferensi pengguna. Rekomendasi yang diberikan merupakan hasil sintesis dari kebutuhan intervensi desain yang mencakup komponen berupa penyeberangan, fasilitas eksternal terminal, fasilitas publik, tata massa bangunan, ruang terbuka hijau, penerangan, perabot perkotaan, penanda, infrastruktur hijau, jalur kendaraan bermotor, jalur sepeda, jalur pejalan kaki, hingga parkir kendaraan, dan ditujukan kepada pemangku kepentingan terkait. Implementasi strategi intervensi ini diharapkan dapat mentransformasi Terminal Kampung Melayu dari ruang yang membatasi menjadi ruang yang memberdayakan dan setara bagi semua pengguna.
Perpustakaan Digital ITB