digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Muhammad Whibi Rhouzan Fikri
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Sebagai salah satu destinasi wisata kota budaya di Indonesia, Kota Surakarta memiliki citra sebagai Pusat Budaya Jawa di Indonesia “Solo, The Spirit of Java”. Berbagai macam event atau festival dalam skala lokal, nasional hingga internasional yang diselenggarakan di Kota Surakarta berhasil menjadi daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Namun perlu dikaji lebih lanjut faktor, pengaruh, serta dampak dari pesatnya pertumbuhan penyelenggaraan event dan festival terhadap Citra Kota Surakarta. Disisi lain, upaya Pemerintah Kota Surakarta membangun sarana prasarana infrastruktur ruang kota sebagai penunjang berbagai aktivitas kreatif belum maksimal dalam mewadahi pesatnya laju pertumbuhan event maupun festival bila ditinjau dari unsur utama wacana ruang yakni space, event, dan movement (S-E-M) (Tschumi, 1981). Pendekatan dekonstruksi rancang kota membantu membebaskan penafsiran kajian aspek perkotaan berdasarkan substansi yang dikaji dari batasan waktu tertentu guna memaksimalkan potensi-potensi ruang kota yang ada. Tesis desain ini bertujuan untuk merancang sarana prasarana infrastuktur ruang kota kawasan sekitar Jalan Slamet Riyadi – Balaikota Surakarta dengan memperhatikan kebutuhan ruang sesuai karakter citra Kota Festival dengan pendekatan Dekonstruktivism (Derrida, 1960) sehingga dapat meningkatkan citra Kota Surakarta. Strategi desain yang digunakan dalam merancang desain kawasan studi yaitu menggunakan metode Superimposition (Crossprogramming, Transprogramming, Dispogramming) (Tschumi, 1980). Hasil tesis desain ini adalah model perancangan kawasan sekitar Jalan Slamet Riyadi – Balaikota Surakarta sesuai dengan kriteria dalam menunjang berbagai macam event maupun festival dengan memperhatikan elemen-elemen rancang kota. Selain itu, hasil dari simulasi desain dengan pendekatan dekonstruksi rancang kota dapat meningkatkan kualitas fisik kota yang akan memperkuat Citra Kota Surakarta sebagai Kota Festival.