Abstrak - Joseph Melvin
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Cover - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Daftar Pustaka - Joseph Melvin Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Perubahan iklim di Indonesia kian memburuk. Hal ini diakibatkan karena emisi CO2 yang kian meningkat akibat aktifitas pembangkit menggunakan bahan bakar non renewable seperti batu bara dan minyak bumi. Transisi ke energi bersih merupakan solusinya, salah satunya adalah biomassa. Pembangunan pembangkit biomassa (PLTBm) akan menurunkan emisi CO2 dan menggantikan PLTD sebagai sumber energi listrik utama daerah kurang berkembang. Tujuan dari studi ini adalah menentukan lokasi daerah pembangunan pembangkit, menentukan spesies biomassa yang digunakan, menentukan rancangan PLTBm, dan menentukan analisis technoeconomy dari rancangan PLTBm.
Terdapat 3 metode yang digunakan untuk melakukan studi ini, yaitu analisis logistik menggunakan software QGIS untuk menentukan lokasi spesifik pembangkit dan biaya transportasi, analisis termodinamika dengan melakukan pemodelan menggunakan Aspen Plus untuk menentukan daya pembangkit dan efisiensi termal, serta analisis techno-economic mencakup estimasi biaya kapital menggunakan sofware CAPCOST 2017, estimasi biaya operasional, dan cash flow.
Hasil analisis logistik menunjukkan bahwa lokasi spesifik pembangkit terletak di Kabupaten Sorong, Papua Barat dengan koordinat 0°59'03.8"S 131°48'44.8"E. Spesies biomassa yang digunakan adalah kaliandra dan gamal. Dengan rancangan pembangkit yang digunakan adalah cogeneration dan daya yang dihasilkan untuk skenario kaliandra adalah 10,7 MW dan skenario gamal adalah 16,6 MW serta efisiensi termal yang dihasilkan untuk skenario kaliandra adalah 13,6% dan skenario gamal adalah 20,2%. Hasil analisis techno-economic menunjukkan bahwa skenario biomassa kaliandra memberikan NPV postif sebesar $142.087.205,18 dengan PBP 9 bulan. Dengan demikian, pembangunan PLTBm menggunakan biomassa kaliandra di Sorong, Papua Barat feasible serta dapat menggantikan PLTD sebesar 10,7 MW dari 10 MW.
Perpustakaan Digital ITB