Studi ini menyajikan pengembangan Risk-Targeted Ground Motions (RTGM) sebagai usulan revisi untuk SNI 1726:2019. Untuk menetapkan basis yang diperbarui, peta analisis bahaya kegempaan probabilistik Indonesia telah direvisi dengan memasukkan katalog gempa bumi terbaru dari tahun 2017 hingga 2024 serta menggunakan Ground Motion Prediction Equations (GMPE) paling mutakhir. Nilai RTGM dihitung sebagai percepatan respons spektral yang mencapai probabilitas keruntuhan bangunan seragam sebesar 1% dalam 50 tahun melalui proses konvolusi numerik dengan kurva fragilitas.
Studi ini melakukan analisis sensitivitas pada parameter ketidakpastian kapasitas struktural (????) dan Direction Factor (DF) di enam kota yang mewakili berbagai tingkat kegempaan di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh ???? sangat bergantung pada kemiringan hazard curve dengan peningkatan nilai ???? menaikkan nilai desain di wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi, dan sebaliknya. Lebih lanjut, parameter DF berfungsi sebagai pengali linier terhadap RTGM.
Berdasarkan tinjauan literatur, kesiapan konstruksi nasional, dan kelayakan ekonomi, studi ini merekomendasikan penggunaan nilai ???? = 0.6, dan mempertahankan nilai DF untuk T = 0.2s sebesar 1.1 dan DF untuk T = 1.0s sebesar 1.3. Penerapan parameter yang diusulkan ini, dikombinasikan dengan batasan deterministic seismic hazard untuk menetapkan nilai akhir Risk-Targeted Maximum Considered Earthquake (????????????????), memicu redistribusi beban gempa nasional yang signifikan. Rata-rata, pembaruan ini menghasilkan peningkatan sebesar 22.26% pada percepatan desain periode pendek (????????) dan penurunan sebesar 5.79% untuk periode 1.0 detik (????1 ) dibandingkan dengan SNI 1726:2019. Peta ???????????????? dan Koefisien Risiko (????????) yang disajikan merupakan landasan ilmiah yang kuat untuk revisi standar bangunan gedung nasional yang akan datang.
Perpustakaan Digital ITB