ABSTRAK Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Julio Giovan Damanik
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Indonesia memiliki kekayaan perairan darat yang berpotensi besar sebagai jalur
transportasi alternatif, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Waduk
Saguling di Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu perairan darat dengan
aktivitas angkutan air relatif sibuk sekaligus menjadi penghalang geografis bagi
masyarakat sekitarnya akibat terbatasnya akses jalan darat. Kesenjangan antara
potensi dan pengelolaan yang belum optimal melatarbelakangi penelitian ini,
dengan tujuan mengidentifikasi potensi pengembangan layanan angkutan sungai
dan danau di Perairan Waduk Saguling melalui tiga sasaran: karakteristik dan pola
pelayanan sistem, cakupan pelayanan aktual dan pascapengembangan pelabuhan
baru, serta proyeksi kebutuhan penumpang dan barang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan mixed-methods, dengan data primer dari wawancara dan data sekunder
dari instansi pemerintah. Karakteristik sistem angkutan dianalisis secara deskriptifeksploratif, cakupan pelayanan dianalisis melalui isochrone surface area,
sedangkan proyeksi penumpang dan barang dihitung melalui sebagian dari fourstep transport model dan statistical forecasting. Hasil menunjukkan pengelolaan
angkutan masih terhambat transisi kewenangan kelembagaan yang belum tuntas.
Ditemukan juga 39 pelabuhan bayangan di luar 8 pelabuhan resmi dan terdapat
penurunan kapal tradisional dari 244 menjadi 70 unit (2019 2025). Cakupan
pelayanan aktual masih rendah (17,90% permukiman perdesaan, 8,22%
permukiman perkotaan dalam radius sepuluh menit), dengan enam blank spots
teridentifikasi. Dua belas pelabuhan baru diproyeksikan meningkatkan cakupan
hingga 67,54% (kawasan perdesaan) dan 87,82% (kawasan perkotaan), dengan
populasi catchment area hingga 743.159 jiwa, peningkatan penumpang harian 89
154%, serta volume barang lebih dari dua kali lipat. Kebaruan penelitian terletak
pada estimasi pemilihan moda berbasis proporsi luas wilayah tangkapan sebagai
alternatif saat data terbatas, sekaligus mengintegrasikan analisis geospasial dan
pemodelan permintaan transportasi dalam satu kerangka, sehingga memberikan
kerangka metodologis yang dapat direplikasi pada kajian transportasi perairan darat
lain serta basis rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Perpustakaan Digital ITB