digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Transportasi publik yang terintegrasi diperlukan untuk mendukung mobilitas wisatawan yang mudah dan nyaman. Meskipun Kota Surakarta telah memiliki sistem transportasi publik multimoda, keterpaduan antarmoda dan kaitannya dengan pengalaman mobilitas wisatawan budaya masih perlu dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting integrasi transportasi publik serta menganalisis pengaruh atribut integrasi terhadap persepsi kemudahan dan kenyamanan mobilitas wisatawan budaya di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deduktif dengan jenis deskriptif-eksplanatori. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan studi dokumen dengan 150 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kondisi eksisting integrasi diukur menggunakan Skala Guttman berdasarkan lima dimensi, yaitu jaringan, jadwal, fisik, informasi, dan tarif. Persepsi wisatawan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan pengaruh atribut integrasi dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan persentase pemenuhan indikator integrasi sebesar 70,25%. Integrasi informasi memiliki persentase tertinggi sebesar 92,59%, sedangkan integrasi fisik terendah sebesar 41,43%. Persepsi wisatawan terhadap integrasi transportasi publik berada pada kategori baik dengan rata-rata 3,21. Integrasi jadwal, informasi, dan tarif berpengaruh signifikan terhadap kemudahan mobilitas, sedangkan integrasi fisik, informasi, dan tarif berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan mobilitas. Kebaruan penelitian terletak pada pengukuran kondisi eksisting integrasi secara objektif yang kemudian dikaitkan dengan persepsi wisatawan budaya terhadap kemudahan dan kenyamanan mobilitas. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pengembangan integrasi transportasi publik untuk mendukung mobilitas wisata budaya di Kota Surakarta.