ABSTRAK Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Maria Aurelia Laras Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Transportasi publik yang terintegrasi diperlukan untuk mendukung mobilitas
wisatawan yang mudah dan nyaman. Meskipun Kota Surakarta telah memiliki
sistem transportasi publik multimoda, keterpaduan antarmoda dan kaitannya
dengan pengalaman mobilitas wisatawan budaya masih perlu dikaji. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting integrasi transportasi
publik serta menganalisis pengaruh atribut integrasi terhadap persepsi kemudahan
dan kenyamanan mobilitas wisatawan budaya di Kota Surakarta. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif-deduktif dengan jenis deskriptif-eksplanatori.
Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan studi dokumen dengan 150
responden yang dipilih secara purposive sampling. Kondisi eksisting integrasi
diukur menggunakan Skala Guttman berdasarkan lima dimensi, yaitu jaringan,
jadwal, fisik, informasi, dan tarif. Persepsi wisatawan dianalisis menggunakan
statistik deskriptif, sedangkan pengaruh atribut integrasi dianalisis menggunakan
regresi linear berganda.
Hasil menunjukkan persentase pemenuhan indikator integrasi sebesar 70,25%.
Integrasi informasi memiliki persentase tertinggi sebesar 92,59%, sedangkan
integrasi fisik terendah sebesar 41,43%. Persepsi wisatawan terhadap integrasi
transportasi publik berada pada kategori baik dengan rata-rata 3,21. Integrasi
jadwal, informasi, dan tarif berpengaruh signifikan terhadap kemudahan mobilitas,
sedangkan integrasi fisik, informasi, dan tarif berpengaruh signifikan terhadap
kenyamanan mobilitas. Kebaruan penelitian terletak pada pengukuran kondisi
eksisting integrasi secara objektif yang kemudian dikaitkan dengan persepsi
wisatawan budaya terhadap kemudahan dan kenyamanan mobilitas. Hasil
penelitian dapat menjadi masukan bagi pengembangan integrasi transportasi publik
untuk mendukung mobilitas wisata budaya di Kota Surakarta.
Perpustakaan Digital ITB