digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Praktik Over Dimension Over Loading (ODOL) masih menjadi permasalahan utama dalam sistem transportasi barang di Indonesia karena berdampak pada peningkatan kerusakan infrastruktur jalan, risiko kecelakaan, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas rumah kaca. Pada sektor pengangkutan limbah kayu, upaya peningkatan efisiensi operasional sering kali dilakukan melalui pemuatan kendaraan melebihi kapasitas. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu mengoptimalkan operasi transportasi dengan tetap memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan terhadap kebijakan Zero ODOL dan pengurangan emisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model optimasi Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) berbasis Simheuristics yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pengangkutan limbah kayu, serta menganalisis penerimaan pengemudi angkutan barang terhadap kebijakan Zero ODOL dan pengurangan emisi pada sektor transportasi barang. Tahap pertama dalam penelitian ini adalah mengembangkan model optimasi menggunakan Genetic Algorithm (GA) diintegrasikan dengan Discrete Event Simulation (DES) pada ketidakpastian kondisi lalu lintas. Fungsi tujuan mengintegrasikan biaya transportasi, biaya emisi karbon, dan biaya penalti ODOL sebagai representasi aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Tahap kedua menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis pengaruh Health Belief Model (HBM), Risk Perception, User cost, dan Law Enforcement Knowledge terhadap Policy Acceptance berdasarkan data survei pengemudi angkutan barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model optimasi yang dikembangkan mampu menghasilkan solusi yang lebih efisien dibandingkan rute eksisting. Alternatif terbaik yang diperoleh mampu menurunkan biaya transportasi, mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon, serta menghilangkan pelanggaran kapasitas kendaraan. Hasil simulasi DES menunjukkan bahwa kondisi lalu lintas memengaruhi waktu tempuh, biaya transportasi, dan emisi. Analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa solusi yang dihasilkan relatif stabil terhadap perubahiv volume limbah dan kondisi lalu lintas. Pada analisis penerimaan kebijakan, hasil PLS-SEM menunjukkan bahwa Perception of Risk tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerimaan terhadap kebijakan Zero ODOL dan pengurangan emisi lebih dipengaruhi oleh persepsi manfaat, konsekuensi ekonomi, dan pemahaman terhadap penegakan hukum dibandingkan persepsi risiko semata. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur Vehicle Routing Problem (VRP) melalui integrasi aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial berbasis Simheuristics. Selain itu, penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bahwa implementasi Zero ODOL dan pengurangan emisi memerlukan kombinasi antara optimasi operasional, instrumen ekonomi, edukasi, serta penegakan hukum yang konsisten guna mewujudkan sistem transportasi barang yang berkelanjutan.