Praktik Over Dimension Over Loading (ODOL) masih menjadi permasalahan
utama dalam sistem transportasi barang di Indonesia karena berdampak pada
peningkatan kerusakan infrastruktur jalan, risiko kecelakaan, konsumsi bahan
bakar, dan emisi gas rumah kaca. Pada sektor pengangkutan limbah kayu, upaya
peningkatan efisiensi operasional sering kali dilakukan melalui pemuatan
kendaraan melebihi kapasitas. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu
mengoptimalkan operasi transportasi dengan tetap memperhatikan aspek ekonomi,
lingkungan, dan sosial, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi
penerimaan terhadap kebijakan Zero ODOL dan pengurangan emisi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan model optimasi Capacitated Vehicle Routing
Problem (CVRP) berbasis Simheuristics yang mengintegrasikan aspek ekonomi,
lingkungan, dan sosial dalam pengangkutan limbah kayu, serta menganalisis
penerimaan pengemudi angkutan barang terhadap kebijakan Zero ODOL dan
pengurangan emisi pada sektor transportasi barang.
Tahap pertama dalam penelitian ini adalah mengembangkan model optimasi
menggunakan Genetic Algorithm (GA) diintegrasikan dengan Discrete Event
Simulation (DES) pada ketidakpastian kondisi lalu lintas. Fungsi tujuan
mengintegrasikan biaya transportasi, biaya emisi karbon, dan biaya penalti ODOL
sebagai representasi aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Tahap kedua
menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling
(PLS-SEM) untuk menganalisis pengaruh Health Belief Model (HBM), Risk
Perception, User cost, dan Law Enforcement Knowledge terhadap Policy
Acceptance berdasarkan data survei pengemudi angkutan barang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model optimasi yang dikembangkan mampu
menghasilkan solusi yang lebih efisien dibandingkan rute eksisting. Alternatif
terbaik yang diperoleh mampu menurunkan biaya transportasi, mengurangi
konsumsi bahan bakar dan emisi karbon, serta menghilangkan pelanggaran
kapasitas kendaraan. Hasil simulasi DES menunjukkan bahwa kondisi lalu lintas
memengaruhi waktu tempuh, biaya transportasi, dan emisi. Analisis sensitivitas
juga menunjukkan bahwa solusi yang dihasilkan relatif stabil terhadap perubahiv
volume limbah dan kondisi lalu lintas. Pada analisis penerimaan kebijakan, hasil
PLS-SEM menunjukkan bahwa Perception of Risk tidak berpengaruh signifikan.
Temuan ini mengindikasikan bahwa penerimaan terhadap kebijakan Zero ODOL
dan pengurangan emisi lebih dipengaruhi oleh persepsi manfaat, konsekuensi
ekonomi, dan pemahaman terhadap penegakan hukum dibandingkan persepsi risiko
semata.
Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur Vehicle Routing Problem
(VRP) melalui integrasi aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial berbasis
Simheuristics. Selain itu, penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bahwa
implementasi Zero ODOL dan pengurangan emisi memerlukan kombinasi antara
optimasi operasional, instrumen ekonomi, edukasi, serta penegakan hukum yang
konsisten guna mewujudkan sistem transportasi barang yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB