BAB 1 Nathanael A. W. S.
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nathanael A. W. S.
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nathanael A. W. S.
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nathanael A. W. S.
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nathanael A. W. S.
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nathanael A. W. S.
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Industri baja merupakan penyumbang emisi karbon global yang signifikan. Salah
satu cara tidak langsung untuk menekan emisi ini adalah dengan meningkatkan sifat
mekanis baja agar umur pakainya lebih panjang sehingga mengurangi permintaan
produksi baru. Akan tetapi, metode perlakuan panas konvensional memakan waktu
proses yang relatif lama dan energi dalam jumlah relatif besar. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perlakuan panas cepat, khususnya
waktu pemanasan tempering terhadap struktur mikro dan sifat mekanis baja karbon
menengah JIS S50C, serta membandingkannya dengan metode konvensional.
Penelitian dilakukan melalui proses austenisasi yang diikuti tempering
menggunakan dua metode, yaitu konvensional dan rapid. Proses rapid heat
treatment dilakukan menggunakan induction heating, sedangkan perlakuan panas
konvensional menggunakan muffle furnace. Tempering konvensional dilakukan
pada temperatur 200, 400, dan 600 °C, sedangkan rapid tempering dilakukan
dengan waktu pemanasan 4, 7, dan 10 detik pada temperatur puncak yang serupa
dengan tempering konvensional. Seluruh spesimen kemudian dikarakterisasi
melalui pengujian kekerasan Vickers, pengujian impak Charpy, pengamatan
struktur mikro menggunakan optical microscope (OM) dan scanning electron
microscope (SEM), serta analisis fraktografi menggunakan SEM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi rapid tempering menghasilkan
kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, sedangkan
ketangguhan impak yang paling tinggi diperoleh dari metode konvensional.
Kekerasan tertinggi setelah tempering diperoleh pada rapid tempering dengan
waktu pemanasan 4 detik, yaitu sebesar 668 HV dengan ketangguhan impak 9,80
J/cm². Sebaliknya, ketangguhan impak tertinggi diperoleh pada tempering
konvensional 600 °C, yaitu sebesar 86,71 J/cm² dengan kekerasan 253 HV.
Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa rapid tempering mampu
mempertahankan martensit dari proses dekomposisi serta menghasilkan presipitasi
karbida yang lebih halus dibandingkan metode konvensional. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa rapid tempering berpotensi menghasilkan peningkatan
kombinasi sifat mekanik dengan waktu proses yang lebih singkat dan konsumsi
energi yang lebih rendah dibandingkan tempering konvensional.
Perpustakaan Digital ITB