Dental pulp stem cell (DPSC) merupakan jenis mesenchymal stem cell yang dapat dimanfaatkan
dalam bidang terapeutik karena mudah diperoleh, memiliki kemampuan proliferasi yang tinggi,
kemampuan untuk regenerasi, dan dapat berdiferensiasi multidireksional. Selain itu, DPSC juga
memiliki kemampuan imunomodulator dan menekan peradangan sehingga memungkinkan
penggunaannya secara allogeneic. Pengaruh paparan hormon seks terhadap karakteristik DPSC
masih belum banyak diketahui, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan karakteristik, serta menganalisis
pengaruh paparan hormon 17?-estradiol (E2) dan 5?-dihydrotestosterone (DHT) dengan
konsentrasi 0,1 nM dan 10 nM terhadap ekspresi gen MKI-67, PCNA, TGF-?, dan IL-10 pada
female human dental pulp stem cell (fhDPSC) dengan ACTB sebagai housekeeping gene.
Penelitian dilakukan dengan mengisolasi dan mengkultur DPSC yang diperoleh dari donor
wanita usia 20-25 tahun dengan kriteria gigi molar ke-3 yang sehat (tidak berlubang, tidak karies,
tidak ada karang gigi), tidak merokok, dan tidak memiliki riwayat penyakit gigi. Setelah itu,
dilakukan karakterisasi immunocytochemistry untuk mengidentifikasi ekspresi surface marker
CD90, CD73 dan CD105. Setelah teridentifikasi, dilakukan seeding fhDPSC ke 12-well plate
dengan kelompok perlakuan kontrol; kontrol vehicle (DMSO); DHT 0,1 nM; DHT 10 nM; E2
0,1 nM; dan E2 10 nM dan titik pengamatan selama 1 jam, 24 jam, dan 7 hari. Digunakan
konsentrasi 0,1 nM dan 10 nM untuk mengetahui efek konsentrasi rendah dan tinggi hormon
seks pada respons immediate (1 jam), early (24 jam), dan late (7 hari) terhadap fhDPSC. Efek
dari perlakuan dievaluasi dengan melihat ekspresi gen menggunakan RT-qPCR dan analisis
2-??Ct
. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur sel fhDPSC memiliki morfologi
spindle-shaped fibroblast menunjukkan hasil positif terhadap surface markerCD73, CD90, dan
CD105 yang merupakan salah satu karakteristik dari MSC. Ekspresi MKI-67 pada titik
pengamatan 24 jam menunjukkan penurunan untuk perlakuan DHT 10 nM, namun efek tersebut
tidak terdeteksi pada 1 jam dan 7 hari. Induksi E2 dan DHT menurunkan ekspresi PCNA pada
pengamatan 1 jam, tetapi efek tersebut tidak terlihat pada titik pengamatan berikutnya. Ekspresi
TGF-? menunjukkan pola fluktuasi dengan penurunan ekspresi pada kelompok DHT dan E2
pada 1 jam, kemudian meningkat pada hari ke-7. Sementara pada 24 jam tidak terdapat
perbedaan.Teramati adanya pola penurunan ekspresi gen seiring bertambahnya waktu
pengamatan. Pada 1 jam pertama teramati ekspresi DHT 10 nM; E2 0,1 nM; dan E2 10 nM lebih
tinggi daripada kontrol, namun ekspresi tersebut semakin menurun pada 24 jam dan hari ke-7.
Hal ini menunjukkan bahwa ekspresi gen MKI-67, PCNA, TGF-?, dan IL-10 terhadap induksi
DHT dan E2 pada kultur fhDPS bersifat time-dependent, sehingga efek hormon tersebut
transient dan bergantung pada durasi paparan
Perpustakaan Digital ITB