Abstrak - JINGGA B. ANDOESKA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pembangunan permukiman manusia di Bulan merupakan salah satu aspek penting
dalam mendukung eksplorasi jangka panjang. Salah satu tantangan utama dalam
perencanaan habitat manusia adalah menentukan lokasi yang memiliki kondisi
medan yang aman, lingkungan termal yang stabil, akses terhadap sumber daya, serta
ketersediaan energi yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandidat
lokasi habitat manusia di wilayah Bulan menggunakan pendekatan analisis
spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).
Penelitian ini menggunakan data topografi dan iluminasi dari Lunar Orbiter Laser
Altimeter (LOLA) serta data lingkungan termal dari Diviner Lunar Radiometer
Experiment pada wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Parameter yang
digunakan meliputi kemiringan lereng (slope), kekasaran permukaan (roughness),
amplitudo termal (thermal amplitude), potensi keberadaan es air berdasarkan kombinasi
parameter laju sublimasi es (Emean) dan kedalaman kestabilan es (depth to
ice table, ZIT), serta penyinaran matahari (solar illumination). Seluruh parameter
diklasifikasikan berdasarkan nilai ambang yang diperoleh dari literatur maupun karakteristik
distribusi data. Selanjutnya dilakukan analisis tumpang susun berbobot
(weighted overlay) untuk menghasilkan indeks kesesuaian habitat (Habitat Suitability
Index), sedangkan kandidat lokasi habitat ditentukan melalui proses inspeksi
visual (visual inspection) terhadap wilayah yang memiliki nilai kesesuaian tinggi.
Hasil penelitian memberikan peta kesesuaian habitat yang menunjukkan bahwa
wilayah dengan nilai kesesuaian tinggi umumnya berada pada daerah dengan kemiringan
lereng rendah, kekasaran permukaan kecil, lingkungan termal yang relatif
stabil, serta berada dalam jangkauan sumber daya es air. Berdasarkan hasil analisis
diperoleh lima Area of Interest (AOI) di wilayah kutub selatan Bulan pada rentang
lintang 80?–90? LS. Selain itu, analisis penyinaran matahari mengidentifikasi beberapa
lokasi dengan tingkat penyinaran tinggi yang berpotensi dikembangkan sebagai
lokasi penyedia energi surya bagi habitat yang terpilih.
Perpustakaan Digital ITB