digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - JINGGA B. ANDOESKA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pembangunan permukiman manusia di Bulan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung eksplorasi jangka panjang. Salah satu tantangan utama dalam perencanaan habitat manusia adalah menentukan lokasi yang memiliki kondisi medan yang aman, lingkungan termal yang stabil, akses terhadap sumber daya, serta ketersediaan energi yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandidat lokasi habitat manusia di wilayah Bulan menggunakan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan data topografi dan iluminasi dari Lunar Orbiter Laser Altimeter (LOLA) serta data lingkungan termal dari Diviner Lunar Radiometer Experiment pada wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). Parameter yang digunakan meliputi kemiringan lereng (slope), kekasaran permukaan (roughness), amplitudo termal (thermal amplitude), potensi keberadaan es air berdasarkan kombinasi parameter laju sublimasi es (Emean) dan kedalaman kestabilan es (depth to ice table, ZIT), serta penyinaran matahari (solar illumination). Seluruh parameter diklasifikasikan berdasarkan nilai ambang yang diperoleh dari literatur maupun karakteristik distribusi data. Selanjutnya dilakukan analisis tumpang susun berbobot (weighted overlay) untuk menghasilkan indeks kesesuaian habitat (Habitat Suitability Index), sedangkan kandidat lokasi habitat ditentukan melalui proses inspeksi visual (visual inspection) terhadap wilayah yang memiliki nilai kesesuaian tinggi. Hasil penelitian memberikan peta kesesuaian habitat yang menunjukkan bahwa wilayah dengan nilai kesesuaian tinggi umumnya berada pada daerah dengan kemiringan lereng rendah, kekasaran permukaan kecil, lingkungan termal yang relatif stabil, serta berada dalam jangkauan sumber daya es air. Berdasarkan hasil analisis diperoleh lima Area of Interest (AOI) di wilayah kutub selatan Bulan pada rentang lintang 80?–90? LS. Selain itu, analisis penyinaran matahari mengidentifikasi beberapa lokasi dengan tingkat penyinaran tinggi yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi penyedia energi surya bagi habitat yang terpilih.