digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pembangunan infrastruktur jalan raya seringkali dihadapkan pada tantangan tanah dasar berupa lapisan lempung lunak yang memiliki daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Pada proyek pembangunan Jalan X, kondisi eksisting tanah diprediksi mengalami penurunan konsolidasi hingga 1,22 meter, jauh melampaui batas toleransi pascakonstruksi yang diizinkan di SNI 8460:2017 dan MDPJ 2017, yaitu sebesar 0,1 meter. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan metode perbaikan tanah menggunakan Kolom Grout Modular (KGM) yang dikombinasikan dengan Load Transfer Platform (LTP). Penelitian ini bertujuan untuk merancang konfigurasi KGM dan LTP yang paling optimum dalam mereduksi penurunan, memastikan nilai stabilitas (Safety Factor) di atas batas izin, serta mengoptimalkan mekanisme transfer beban yang dievaluasi melalui parameter Stress Concentration Ratio (SCR) dan Stress Transfer Efficacy (STE). Pemodelan dan analisis numerik pada penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak elemen hingga PLAXIS 2D dengan pendekatan plane strain. Studi parametrik dilakukan dengan memvariasikan spasi antar KGM dari 0,8 m hingga 2,5 m dan ketebalan LTP dari 0,5 m hingga 1,8 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan spasi antar kolom secara signifikan memperkecil persentase reduksi penurunan total tanah dan menurunkan nilai STE akibat penambahan lebar bentang bersih (clear span) yang membuat mekanisme soil arching tidak terbentuk dengan sempurna. Sementara itu, peningkatan ketebalan LTP mampu meningkatkan nilai SCR hingga mencapai tinggi kritisnya. Apabila penambahan ketebalan terus dilanjutkan melebihi batas tinggi kritis, beban pada LTP justru menekan struktur soil arching dan menurunkannya kembali. Berdasarkan analisis pembobotan terhadap parameter teknis dan biaya konstruksi, diperoleh desain paling optimum menggunakan KGM berdiameter 0,4 m yang dipasang pada kedalaman 12 m dengan jarak spasi 1,5 m, serta ketebalan LTP sebesar 1,5 m . Desain ini terbukti menjadi konfigurasi paling ideal untuk menopang stabilitas serta mereduksi penurunan timbunan pada proyek Jalan X.