Berakhirnya insentif impor kendaraan utuh pada 31 Desember 2025 mewajibkan produsen kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai merakit kendaraan di dalam negeri, sehingga komoditas impor bergeser dari Completely Built-Up (CBU) menjadi Completely Knocked Down (CKD) dan Incompletely Knocked Down (IKD) disertai lonjakan volume pada tahun 2026. Peralihan ini mengubah sarana angkut sekaligus memusatkan tujuan pengiriman menuju fasilitas perakitan. Penelitian ini menganalisis perubahan bangkitan perjalanan akibat peralihan tersebut dan membandingkan biaya distribusi komponen KBL berbasis baterai antara moda jalan dan intermoda rel melalui Cikarang Dry Port pada koridor Pelabuhan Tanjung Priok menuju kawasan industri. Bangkitan dihitung dengan membagi volume impor terhadap kapasitas angkut masing-masing sarana, sedangkan biaya dihitung per peti kemas tiap merek menggunakan konsep biaya penuh yang mencakup biaya penanganan, angkutan, dan waktu sebagai biaya internal serta biaya emisi karbon sebagai biaya eksternal, dilengkapi analisis jarak impas, sensitivitas harga karbon, dan skenario perbaikan proses bisnis. Pada tahap distribusi pertama, peralihan skema impor menurunkan bangkitan perjalanan sekitar 49% dengan rasio sebesar 1,953, karena kendala fisik kedua sarana angkut tidak sama, yaitu skema CKD dan IKD dibatasi Muatan Sumbu Terberat sedangkan CBU dibatasi dimensi car carrier. Sebaliknya, pada rantai distribusi penuh hingga jaringan diler, skema CKD dan IKD justru membangkitkan sekitar 51% lebih banyak perjalanan karena menambah satu tahap angkutan domestik. Biaya intermoda rel lebih tinggi daripada moda jalan pada seluruh merek untuk peti kemas 20 ft maupun 40 ft, didominasi biaya penanganan dua simpul, sedangkan tarif kereta api justru salah satu komponen terkecil. Jarak impas yang dibutuhkan mencapai 154 kilometer untuk 20 ft dan 260 kilometer untuk 40 ft, jauh melampaui penghematan jarak yang dapat dicapai koridor ini. Bahkan pada kombinasi perbaikan proses bisnis dan harga karbon tertinggi, intermoda rel tetap lebih mahal, sehingga tingginya biaya tersebut bersumber dari kombinasi koridor yang pendek dan beban tetap penanganan yang tinggi.
Perpustakaan Digital ITB