digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK - Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Justin Reynald Nyowono
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Sambungan struktur modular baja dengan sistem dinding inti beton merupakan elemen kritis dalam desain bangunan modular tingkat tinggi di daerah rawan gempa. Namun, perilaku mekanis jenis sambungan ini masih belum dipahami dengan baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mempelajari perilaku sambungan terhadap kasus pembebanan tipikal dan mengevaluasi kemampuan sambungan dalam menciptakan kompatibilitas deformasi struktur di bawah beban seismik. Metodologi yang digunakan adalah analisis pushover berbasis deformasi, dengan demand akan diterapkan secara monotonik pada model parsial sambungan detail di program Abaqus 2024. Kemudian, analisis parametrik dilakukan untuk mempelajari pengaruh komponen sambungan terhadap kapasitas sambungan. Penerapan estimasi teoritis menggunakan persamaan sederhana juga diterapkan dengan hasil yang diperoleh menunjukkan akurasi yang sudah cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan yang diteliti memiliki kapasitas yang memenuhi demand yang ada, daktilitas yang baik, dan pola kegagalan yang terkontrol. Pola kegagalan yang dapat diidentifikasi pada sambungan didominasi oleh deformasi lentur yang terjadi pada pelat horizontal connector assembly. Kemudian, hasil analisis parametrik menunjukkan bahwa kekuatan komponen akan mempengaruhi kapasitas sambungan dengan cukup signifikan. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa sambungan mampu menciptakan kompatibilitas struktural yang baik dari segi kekuatan, daktilitas, maupun pola kegagalannya.