COVER Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Muhammad Andhika Alfaridzi
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan
Kanker kolorektal masih menjadi masalah kesehatan dunia. Di Indonesia, kanker kolorektal menempati
urutan nomor 4 terbesar, akan tetapi sangat sering terjadi pada pria dan wanita dibandingkan kanker
lain. Saat ini, kemoterapi merupakan pengobatan yang digunakan untuk membunuh sel kanker, namun
memiliki efek samping yang berbahaya. Tumbuhan Indonesia sudah ada yang dimanfaatkan dalam
mengobati kanker dan berpotensi menjadi alternatif dari kemoterapi. Studi literatur ini bertujuan untuk
mengumpulkan data tumbuhan Indonesia yang berpotensi sebagai kemopreventif kanker kolorektal.
Penelusuran pustaka dilakukan melalui mesin pencari Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci
serta melalui hand searching dengan pustaka diseleksi melalui kriteria inklusi dan ekslusi tertentu. Hasil
penelusuran diperoleh 103 pustaka yang dikelompokkan berdasarkan uji in vitro, uji in vivo, dan uji
klinik untuk dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur diperoleh sebanyak 73 tumbuhan dari
46 suku yang berpotensi sebagai kemopreventif kanker kolorektal. Potensi aktivitas sitotoksisitas
tumbuhan berdasarkan nilai IC50 yaitu, 5 kuat; 35 moderat; 9 lemah; 6 tidak sitotoksik; dan 20 tidak bisa
ditentukan, akan tetapi tidak representatif disebabkan tidak mengikutsertakan parameter lainnya.
Sebanyak 7 tumbuhan yang diuji secara in vitro dan in vivo memiliki efek yang berbanding lurus.
Mekanisme tiap tumbuhan bervariasi baik secara seluler maupun molekuler. Hanya 4 tumbuhan saja
yang sedang dalam tahap uji klinik, yaitu Allium sativum L., Annona muricata L., Camellia sinensis (L.)
Kuntze, dan Zingiber officinale Roscoe yang menunjukkan dapat mencegah dan menekan pertumbuhan
kanker kolorektal. Berdasarkan evaluasi keamanan, pemberian dosis keempat tumbuhan tersebut
aman dikonsumsi dan dapat ditoleransi, namun masih terdapat efek samping pada sebagian kecil
pasien.
Perpustakaan Digital ITB