digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Formate dehydrogenase (FDH) merupakan metaloenzim yang mengandung molibdenum dan mampu mengkatalisis reduksi karbon dioksida (CO2) menjadi format pada kondisi yang ringan, sehingga berpotensi sebagai biokatalis untuk penangkapan dan pemanfaatan karbon. Penelitian ini menginvestigasi adsorpsi CO2, format (HCOO?), karbon monoksida (CO), dan oksigen (O2) pada FDH dalam keadaan tereduksi dan teroksidasi, serta mengeksplorasi mekanisme reduksi CO2 menggunakan perhitungan QM/MM yang dikombinasikan dengan analisis QTAIM, NEB-TS, dan IRC. Enzim dalam keadaan tereduksi menunjukkan adsorpsi ligan yang lebih kuat dibandingkan keadaan teroksidasi, dengan energi adsorpsi masing-masing sebesar ?18,17; ?10,45; ?30,75; dan ?25,82 kkal mol?1 untuk CO2, HCOO?, CO, dan O2, sedangkan pada enzim teroksidasi diperoleh nilai ?8,94; ?6,72; ?20,05; dan ?15,91 kkal mol?1. Analisis QTAIM menunjukkan bahwa aktivasi CO2 diawali oleh pembentukan ikatan kovalen sementara dengan residu Cys140, yang kemudian distabilkan oleh interaksi kovalen parsial yang melibatkan gugus Mo– SH serta jaringan ikatan hidrogen di dalam sisi aktif. Sebaliknya, CO menunjukkan afinitas pengikatan paling kuat, yang mengindikasikan potensi sebagai inhibitor kompetitif, sedangkan aktivasi O2 berpotensi menghasilkan hidrogen peroksida. Perhitungan lintasan reaksi menghasilkan energi aktivasi sebesar 5,48 kkal mol?1 dan energi reaksi sebesar ?9,93 kkal mol?1, yang menunjukkan bahwa jalur reaksi tersebut bersifat menguntungkan secara termodinamika, meskipun struktur keadaan transisi yang diusulkan masih memerlukan validasi lebih lanjut. Secara keseluruhan, keadaan tereduksi FDH menyediakan lingkungan elektronik yang lebih mendukung untuk adsorpsi ligan dan aktivasi CO2 dibandingkan keadaan teroksidasi. Kombinasi analisis QM/MM, QTAIM, NEB-TS, dan IRC memberikan pemahaman pada tingkat molekuler mengenai pengikatan ligan dan mekanisme katalitik FDH, serta menjadi landasan teoretis bagi perancangan katalis berbasis enzim secara rasional untuk konversi CO2 yang berkelanjutan.