COVER Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Agra Dhanurwedha Sakti
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Merkaptoetil oleat (MEO) merupakan salah satu senyawa merkaptoetil ester dari asam
lemak (MEAL) yang dapat dijadikan sebagai bahan baku produksi senyawa organotin
pada stabilisator termal polyvinyl chloride (PVC). MEO disintesis melalui reaksi
esterifikasi asam oleat dengan merkaptoetanol menggunakan katalis asam kuat, seperti
pTSA (para-toluene sulfonic acid). Namun, terdapat reaksi samping yang mungkin
terjadi sebagai akibat dari adanya 2 gugus fungsi reaktif pada merkaptoetanol. Hal ini
mengakibatkan terbentuknya senyawa thioester sehingga berpotensi menurunkan
perolehan dan kadar sulfhidril dalam produk MEO.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinetika reaksi sintesis MEO dari esterifikasi
asam oleat dengan katalis pTSA. Selain itu, penelitian ini juga mempelajari tentang
pengaruh variasi waktu reaksi, temperatur, rasio awal reaktan, dan rasio katalis, terhadap
kinetika reaksi sintesis MEO. Parameter kinetika reaksi yang dikaji meliputi konstanta
laju reaksi, serta pre-exponential factor, dan energi aktivasi. Perolehan data mentah
berupa angka asam dan kadar sulfhidril pada berbagai variasi kondisi telah dilakukan oleh
Wang dkk. (2012). Data tersebut digunakan dalam simulasi pemodelan menggunakan
software MATLAB. Pemodelan yang digunakan adalah reaksi searah dengan setiap
reaktan berlaku sebagai orde pertama.
Berdasarkan data literatur, diketahui bahwa konversi asam oleat dan perolehan MEO
maksimum dicapai pada waktu reaksi 3,5 jam, temperatur 75?, dan rasio katalis 1%-
massa. Pengolahan data dengan asumsi reaksi order satu menunjukkan bahwa konstanta
laju reaksi pembentukan MEO pada waktu reaksi optimum diperoleh sebesar 0,5054 M-
1?h-1, pada temperatur optimum sebesar 1,116 M-1?h-1, dan pada rasio katalis optimum
sebesar 0,9958 M-1?h-1. Peningkatan rasio reaktan dari 0,9 mol/mol hingga 1,23 mol/mol
pada sintesis MEO dapat meningkatkan konstanta laju reaksi dari 0,13 M-1?h-1 hingga 1,86
M-1?h-1. Reaksi sintesis MEO mengikuti persamaan Arrhenius dengan energi aktivasi
sebesar 66,57 kJ/mol dan nilai pre-exponential factor sebesar 6,85×109 M-1?h-1.
Perpustakaan Digital ITB