digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Resistensi antimikroba semakin meningkat setiap tahun dan telah menjadi masalah kesehatan global. WHO memperkirakan pada tahun 2050 infeksi akibat resistensi antimikroba dapat menyebabkan lebih dari 1,9 juta kematian per tahun. Eksplorasi mikroorganisme dari lingkungan ekstrem merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menemukan antimikroba baru. Mikroorganime yang berada pada lingkungan ekstrem dapat menghasilkan enzim, maupun metabolit sekunder unik sebagai bentuk adaptasi dan berpotensi sebagai kandidat antimikroba/antibiotik. Indonesia memiliki berbagai lingkungan ekstrem yang belum dieksplorasi, salah satunya yaitu Danau Halofilik Gili Meno, Lombok. Danau Gili Meno memiliki salinitas yang tinggi sehingga mikroorganisme yang dapat bertahan pada lingkungan tersebut harus dapat menghasilkan metabolit sekunder tertentu untuk mempertahankan tekanan osmotik. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan isolasi konsorsium bakteri dari Danau Gili Meno dan analisis genomik berbasis sekuensing 16S rRNA. Hasil karakterisasi bakteri tersebut memperoleh beberapa kultur murni salah satunya isolat G7 dan analisis isolate G7 tersebut teriindentifikasi Cytobacillus hoencekiae. Pada penelitian ini dilanjutkan untuk analisis Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memverifikasi isolat G7 sebagai Cytobacillus horneckiae. Sekuens genom Cytobacillus horneckiae digunakan untuk genome mining menggunakan antiSMASH dan diperoleh adanya Biosynthetic Gene Cluster (BGC) yang mengkode lasso peptide. Lasso peptide adalah metabolit sekunder yang diketahui memiliki stabilitas struktur yang kuat, ketahanan terhadap degradasi enzim dan memiliki aktivitas antimikroba yang luas. BGC yang teridentifikasi memiliki komponen genetik lengkap untuk biosintesis lasso peptide dan memiliki kemiripan 60% dengan paeninodine. Ekspresi lasso peptide dari Cytobacillus horneckiae dilakukan melalui sistem rekombinan di dalam E. coli BL21(DE3). Sekuen Lasso peptide sebesar 5005 bp berhasil diinsersikan ke dalam vektor pET-32b (+) melalui Gibson Assembly. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya koloni pada hasil transformasi. Konfirmasi keberhasilan transformasi dilakukan melalui PCR plasmid dan diperoleh pita sesuai dengan panjang insert yang diharapkan yaitu 5005 bp. Karakterisasi ekspresi lasso peptide sebagai kandidat antibiotik potensial akan dikarakterisasi lebih lanjut menggunakan analisis LC-MS. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini klaster lasso peptide yang terdapat pada genom Cytobacillus horneckiae dari Danau Gili Meno berpeluang bagi penemuan kandidat antibiotik baru yang berpotensi mengatasi tantangan resistensi antimikroba global.