Pembentukan mud cake selama operasi Reservoir Drill-In Fluid (RDIF) dapat menghambat produksi sumur karena menghalangi aliran fluida dari formasi menuju lubang sumur. Oleh karena itu, diperlukan sistem mud breaker yang mampu menghilangkan mud cake secara efektif dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kombinasi enzim alfa amilase dan asam tunda lepas (asam lepas tunda) berbasis Ethylene Glycol Diacetate (EGDA) dan Polyethylene Glycol 400 (PEG-400) sebagai sistem mud breaker untuk pembersihan mud cake RDIF.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mud cake RDIF yang dibentuk pada kondisi suhu dan tekanan tinggi. Variasi konsentrasi EGDA dan PEG-400 yang diuji adalah 3,5%, 5,0%, 7,5%, dan 15,0%. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan perubahan pH, Breakthrough time, degradasi mud cake melalui soaking test, dan Backflow test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi EGDA dan PEG-400 berpengaruh signifikan terhadap kinerja sistem mud breaker. Seluruh formulasi menghasilkan penurunan pH yang mengindikasikan terbentuknya asam melalui hidrolisis EGDA. Formulasi EGDA 7,5% dan PEG-400 7,5% memberikan kinerja terbaik dengan pH akhir 5,32, Breakthrough time tercepat sebesar 13 jam, degradasi mud cake paling signifikan, dan backflow recovery tertinggi sebesar 97%. Sebaliknya, formulasi 15,0% menunjukkan kinerja terendah dengan tidak tercapainya breakthrough dan backflow recovery sebesar 0%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem mud breaker ditentukan oleh sinergi antara degradasi biopolimer oleh enzim alfa amilase dan pelarutan bridging agent secara bertahap melalui sistem asam tunda lepas. Formulasi EGDA 7,5% dan PEG-400 7,5% direkomendasikan sebagai formulasi optimum untuk pembersihan mud cake RDIF pada kondisi pengujian yang digunakan.
Perpustakaan Digital ITB