digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perusahaan XYZ, bagian dari perusahaan multinasional dengan pengalaman luas memasok bahan kimia ke perusahaan pengolahan mineral di seluruh dunia, sedang mengeksplorasi Model Bisnis baru untuk memperluas jangkauannya dan menjadi pengelola bisnis pengolahan mineral. Dalam inovasi model bisnis ini, XYZ telah membuka studi kelayakan untuk bermitra dengan Perusahaan A. Beberapa aspek yang menjadi focus perhatian adalah capital budgeting untuk pendanaan project, aspek kritikal operasional dalam joint operational, analisis joint operation dan risk assessment. Project joint operation XYZ dengan perusahaan A berpotensi memberikan return investasi rata-rata sebesar USD 5.94 M over a 6-year project untuk lama project selama 6 tahun. Hal ini mennujukkan joint operation dengan menerapkan vertical integration bisa memberi return investasi yang lebih optimal jika dibandingkan dengan peran konvensional XYZ sebagai supplier chemical. Strategi awal Perusahaan untuk menggunakan 100% capital budgeting dengan menggunakan equity terbukti bukanlah opsi yang optimal. Berdasarkan analisis finansial, penggunaan ratio debt 50% untuk capital budgeting adalah pilihan yang lebih optimal untuk perusahaan. Penggunaan rasio ini tidak hanya memberikan advantage secara finansial tapi juga membatasi resiko dari debt bagi XYZ, terutama ketika XYZ akan membentuk strategic alliance. Untuk bisa memberikan added value bagi perusahaan A, sehingga perusahaan A mau bekerja sama membuat joint operation dengan XYZ, maka XYZ harus bisa memperbaiki operasional di plant flotasi XYZ. Berdasarkan analisis finansial, kombinasi dari feed grade, recovery dan gold price adalah kombinasi yang akan menginfluence keberlangsungan proyek ini. Risk Mitigasi yang perlu dilakukan oleh XYZ adalah menerapkan hedging untuk mitigasi price commodity dan menerapkan advanced resource study. Penerapan hedging dilakukan di level alliances, untuk bisa mendapatkan manfaat optimal dari hedging. Penerapan advance resource study akan membantu perusahaan untuk membuat forecast dan planning production. Untuk menjaga recovery, penerapan SOP dan pemantauan pabrik sangat penting.