digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Produksi hidrokarbon di industri minyak dan gas bumi menghadapi tantangan signifikan akibat penurunan tekanan reservoir yang dapat memicu kegagalan batuan dan produksi pasir, terutama pada reservoir batupasir yang tidak terkonsolidasi atau terkonsolidasi lemah. Studi ini bertujuan menentukan nilai Critical Drawdown Pressure (CDDP) untuk memprediksi terjadinya produksi pasir, serta menganalisis sensitivitas nilai Unconfined Compressive Strength (UCS) dan pengaruh jenis completion terhadap CDDP tersebut. Metode yang digunakan meliputi perhitungan parameter geomekanika berupa properti elastik batuan, properti kekuatan batuan, dan magnitudo tegangan horizontal berdasarkan data log Sumur X, yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi produksi pasir menggunakan metode Willson et al. (2002). Hasil menunjukkan bahwa nilai CDDP untuk open-hole completion sebesar 1164.1 psi menggunakan korelasi UCS Zoback dan 392.1 psi menggunakan korelasi UCS McNally, sedangkan untuk cased dan perforated completion masing-masing sebesar 1683.4 psi dan 726.1 psi. Penggunaan korelasi UCS McNally menghasilkan nilai CDDP yang lebih rendah dibandingkan korelasi Zoback, sedangkan cased dan perforated completion menghasilkan nilai CDDP yang lebih tinggi dibandingkan open-hole completion, sehingga safe operating window yang diperoleh menjadi lebih luas. Dengan demikian, hasil studi menunjukkan bahwa estimasi nilai UCS dan pemilihan jenis completion memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai CDDP, sehingga keduanya perlu dipertimbangkan dalam penentuan batas operasi produksi yang aman untuk meminimalkan risiko operasional akibat produksi pasir.