Nanopartikel masuk ke dalam sel melalui jalur endositosis dimediasi clathrin,
makropinositosis, serta jalur endositosis dimediasi indepeden clathrin dan
caveolae, umumnya mengarahkan muatan menuju endosom dan lisosom sehingga
molekul terapeutik sering mengalami degradasi sebelum mencapai target
intraseluler. Berbeda dengan mekanisme tersebut, jalur endositosis dimediasi
caveolae mampu menghindari degradasi lisosomal dan dimanfaatkan oleh beberapa
virus, termasuk simian virus 40 (SV40) untuk memasuki sel dengan memanfaatkan
reseptor GM1. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengoptimasi peptida
berbasis protein SV40 sebagai kandidat ligan penarget jalur caveolae menggunakan
pendekatan komputasi. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi
penentuan asam amino inti SV40 yang berikatan dengan reseptor GM1, penentuan
kandidat peptida yang berpotensi memiliki afinitas tinggi terhadap reseptor GM1,
Optimasi urutan asam amino pada peptida terpilih (alanin scanning, valin
substitution, dan conservative substitution) dan Analisis Interaksi dan Energi
Seluruh Peptida yang terbentuk. Evaluasi kandidat peptida dilakukan berdasarkan
kesesuaian lokasi interaksi dengan reseptor, nilai energi interaksi kompleks, dan
root mean square deviation (RMSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
fragmen peptida VP1 SV40 pada rentang residu 270-278 dengan urutan asam
amino Phe-Thr-Asn-Thr-Ser-Gly-Thr-Gln-Gln-NH?mempertahankan pola
interaksi utama dengan reseptor GM1. Analisis alanin scanning mengidentifikasi
residu pada posisi 272 dan 273 sebagai residu hotspot pengikatan. Tahap optimasi
menghasilkan beberapa varian peptida dengan energi interaksi yang lebih negatif
dibandingkan dengan peptida awal. Dua kandidat dengan energi interaksi paling
negatif, yaitu Phe-Thr-Asn-Thr-Ser-Gly-Thr-Gln-Ala-NH?(-0,09476
Hartree/partikel) dan Phe-Thr-Asn-Thr-Gln-Gly-Thr-Gln-Gln-NH?(-0,08235
Hartree/partikel), dipilih bersama peptida cetakan awal sebagai kandidat utama
untuk pengembangan selanjutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi
bertahap berbasis komputasi mampu menghasilkan beberapa kandidat peptida
penarget GM1 dengan afinitas yang meningkat dan berpotensi dikembangkan lebih
lanjut sebagai ligan penarget jalur endositosis dimediasi caveolae.
Perpustakaan Digital ITB