Gunung Ruang merupakan gunung api aktif di Sulawesi Utara yang berpotensi
membangkitkan tsunami akibat peristiwa flank collapse. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi sumber pembangkit tsunami, memodelkan longsoran serta pola
penjalaran tsunami menggunakan COMCOT v1.7 dan menentukan wilayah dengan
tingkat bahaya tsunami di sekitar Pulau Tagulandang. Pemodelan dilakukan
menggunakan dua pendekatan metode pembangkitan tsunami, yaitu gaussian
displacement dan longsoran subaerial dengan skenario longsoran ditetapkan ke timur
dan volume konstan sebesar 0, 10 km³. Simulasi dijalankan selama 7.200 detik
menggunakan tiga grid beresolusi 450 m, 150 m, dan 50 m serta menetapkan linier
pada seluruh layer. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Skenario I menghasilkan
penjalaran gelombang yang lebih cepat dan amplitudo lebih besar dibandingkan
Skenario II. Tinggi maksimum pada Skenario I lebih banyak terdistribusi menuju
pesisir Selatan hingga barat daya Pulau Tagulandang, sedangkan pada Skenario II
nilai tertinggi lebih terkonsentrasi di sekitar Pulau Ruang sebagai area sumber.
Validasi terhadap catatan historis Haas sebesar 25 m menunjukkan bahwa Skenario
I menghasilkan tinggi maksimum 25,543 m dengan RMSE 0,543 m, sedangkan
Skenario II hanya menghasilkan tinggi 4,639 m dengan RMSE 20,361 m. Peta
bahaya juga menunjukkan bahwa Skenario I menghasilkan kelas bahaya yang lebih
tinggi dan tersebar lebih luas di pesisir Pulau Tagulandang, dengan kelas tinggi
sebesar 11,49% dan sangat tinggi sebesar 22,68%. Sebaliknya, Skenario II
didominasi kelas sangat rendah sebesar 93,73% dan rendah sebesar 6,27%.
Perpustakaan Digital ITB