digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor Industri Kecil Menengah khususnya pada industri kuliner sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia seringkali menghadapi tantangan operasional saat terjadi lonjakan pesanan. Hal ini dialami oleh La Rossa, di mana keterbatasan pekerja dan penggunaan metode peramalan sederhana (naive method) memicu tingginya pesanan tak terpenuhi (unmet demand) pada pasokan roti yang berkarakteristik perishable dan pesanan dengan sistem Make-to-Order untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan menentukan metode peramalan terakurat dan strategi perencanaan agregat teroptimal guna meminimalkan biaya produksi. Lima metode time-series dievaluasi berdasarkan nilai error MAD, dilanjutkan simulasi empat opsi kapasitas menggunakan Linear Programming dengan Excel Solver. Hasilnya, Holt’s Trend-Corrected Exponential Smoothing terpilih sebagai metode peramalan terbaik dengan MAD = 1.394, yang dapat mengakomodasi tren pesanan MBG. Selain itu, Mixed Strategy terbukti sebagai strategi kapasitas terefisien dengan total biaya produksi terendah sebesar Rp597.988.066 dan tingkat keterpenuhan demand 100%. Oleh karena itu, La Rossa direkomendasikan mengadopsi Holt’s Model dan Mixed Strategy melalui perekrutan pekerja harian secara bertahap, waktu lembur moderat, serta subkontrak terencana. Kata Kunci: Peramalan, Perencanaan Agregat, UMKM, Kuliner, Studi Kasus, Make-to Order