Sektor Industri Kecil Menengah khususnya pada industri kuliner sebagai tulang punggung
perekonomian Indonesia seringkali menghadapi tantangan operasional saat terjadi
lonjakan pesanan. Hal ini dialami oleh La Rossa, di mana keterbatasan pekerja dan
penggunaan metode peramalan sederhana (naive method) memicu tingginya pesanan tak
terpenuhi (unmet demand) pada pasokan roti yang berkarakteristik perishable dan pesanan
dengan sistem Make-to-Order untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini
bertujuan menentukan metode peramalan terakurat dan strategi perencanaan agregat
teroptimal guna meminimalkan biaya produksi. Lima metode time-series dievaluasi
berdasarkan nilai error MAD, dilanjutkan simulasi empat opsi kapasitas menggunakan
Linear Programming dengan Excel Solver. Hasilnya, Holt’s Trend-Corrected Exponential
Smoothing terpilih sebagai metode peramalan terbaik dengan MAD = 1.394, yang dapat
mengakomodasi tren pesanan MBG. Selain itu, Mixed Strategy terbukti sebagai strategi
kapasitas terefisien dengan total biaya produksi terendah sebesar Rp597.988.066 dan
tingkat keterpenuhan demand 100%. Oleh karena itu, La Rossa direkomendasikan
mengadopsi Holt’s Model dan Mixed Strategy melalui perekrutan pekerja harian secara
bertahap, waktu lembur moderat, serta subkontrak terencana.
Kata Kunci: Peramalan, Perencanaan Agregat, UMKM, Kuliner, Studi Kasus, Make-to
Order
Perpustakaan Digital ITB