PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), sebuah perusahaan BUMN asuransi yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG) sedang dihadapkan pada agenda besar yaitu perampingan BUMN asuransi yang dilakukan oleh Danantara. Menjelang agenda besar tersebut, kinerja Askrindo induk memperlihatkan trend yang kurang baik, ditandai dengan perolehan premi bruto pada tahun 2025 yang turun sebesar 20% yoy, sementara combined ratio meningkat menjadi 112% pada tahun 2025. Hal ini memperlihatkan kondisi yang tidak sejalan dengan industri, dimana data OJK menyatakan premi asuransi umum tumbuh 3% pada tahun 2025 dengan combined ratio yang dapat terjaga di level 71%.
Portofolio bisnis Askrindo bertumpu pada lini bisnis finansial dimana pada tahun 2025 lini bisnis finansial memiliki porsi sebesar 88% dari keseluruhan portofolio. Untuk itu, rekomposisi portoflio melalui pengembangan lini bisnis non-finansial menjadi salah satu strategi utama perusahaan. Askrindo perlu mengoptimalkan lini bisnis yang dimiliki guna memberikan nilai tambah dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya pada saat dilakukannya konsolidasi BUMN asuransi.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, studi ini disusun untuk memberikan analisa mengenai bagaimana kinerja keuangan Askrindo dibandingkan dengan para pesaingnya di industri dan antar member holding IFG, apa lini bisnis yang akan dikembangkan dan apa strategi yang harus disusun untuk mengembangkan lini bisnis tersebut. Studi ini menggunakan beragam metode analisis dan framework untuk menjawab permasalahan yang terjadi, antara lain analisis benchmark keuangan, analisis situasi bisnis (SWOT, EFAS, IFAS dan SFAS), Analytic Hierarchy Process (AHP) dan matriks TOWS.
Hasil analisis benchmark menunjukkan bahwa Askrindo memiliki kedudukan aset dan ekuitas terbesar di industri asuransi umum. Dari sisi profit, Askrindo berada pada posisi kedua terbesar dari kelima perusahaan yang diperbandingkan dalam studi ini.
Pada level lini bisnis, dengan menggunakan SWOT, SFAS dan AHP, prioritas lini bisnis yang dikembangkan oleh Askrindo adalah lini bisnis Aneka (produk asuransi mikro), Suretyship dan Harta Benda. Strategi kunci yang akan diterapkan adalah penetrasi ke pasar ritel, pemanfaatan kemitraan strategis dan implementasi transformasi digital. Strategi ini diharapkan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif Askrindo dalam menghadapi perampingan BUMN asuransi.
Perpustakaan Digital ITB