Perkembangan bisnis secara global mengarah kepada bisnis yang berkelanjutan dengan
memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata laksana perusahaan yang baik (good
corporate governance). Ketiga aspek sentral ini termuat dalam aspek ESG. Kinerja ESG dapat
meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan memberikan pengurangan risiko bisnis dan
menciptakan peluang dalam mendapatkan keuntungan (return) sehingga berdampak positif
bagi kinerja keuangan perusahaan. Akan tetapi, dampaknya tidaklah selalu positif dan linear.
Terdapat variasi hasil hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan seperti linear –
negatif , non – linear dan netral. Adanya kemungkinan kondisi tersebut mendorong manajemen
perusahaan untuk menentukan kinerja ESG yang lebih optimal.
Model hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan dibuat dalam persamaan regresi
linear dengan mempertimbangkan variabel kontrol yang dapat mempengaruhi kinerja
keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pengujian asumsi dari model seperti
multikolinearitas, autokorelasi, linearitas dan pengujian asumsi lainnya pada persamaan. Untuk
melihat adanya efek non-linear pada model hubungan, dilakukan pengujian metode non-linear
seperti threshold analysis, non-parametric analysis dan analisis Nonlinear – Structere
Equation Model.
Hasil pemodelan menunjukkan adanya model non-linear yang memiliki akurasi lebih tinggi
dibandingkan model linear dan signifikansi statistik lebih tinggi. Hal ini membuat model
hubungan positif linear tidak berlaku untuk selamanya dan terdapat titik optimal dalam kinerja
ESG yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (CFP) sebelum berdampak
negatif bagi keuangan perusahaan. Titik optimal dalam model hubungan dapat berubah akibat
adanya perubahan eksternal seperti kondisi pasar dan perekonomian suatu negara. Interpretasi
hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tinjauan bagi perusahaan tambang dalam mengatur
strategi terkait ESG pada bisnis pertambangan di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB