digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan bisnis secara global mengarah kepada bisnis yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata laksana perusahaan yang baik (good corporate governance). Ketiga aspek sentral ini termuat dalam aspek ESG. Kinerja ESG dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan memberikan pengurangan risiko bisnis dan menciptakan peluang dalam mendapatkan keuntungan (return) sehingga berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan. Akan tetapi, dampaknya tidaklah selalu positif dan linear. Terdapat variasi hasil hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan seperti linear – negatif , non – linear dan netral. Adanya kemungkinan kondisi tersebut mendorong manajemen perusahaan untuk menentukan kinerja ESG yang lebih optimal. Model hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan dibuat dalam persamaan regresi linear dengan mempertimbangkan variabel kontrol yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pengujian asumsi dari model seperti multikolinearitas, autokorelasi, linearitas dan pengujian asumsi lainnya pada persamaan. Untuk melihat adanya efek non-linear pada model hubungan, dilakukan pengujian metode non-linear seperti threshold analysis, non-parametric analysis dan analisis Nonlinear – Structere Equation Model. Hasil pemodelan menunjukkan adanya model non-linear yang memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan model linear dan signifikansi statistik lebih tinggi. Hal ini membuat model hubungan positif linear tidak berlaku untuk selamanya dan terdapat titik optimal dalam kinerja ESG yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (CFP) sebelum berdampak negatif bagi keuangan perusahaan. Titik optimal dalam model hubungan dapat berubah akibat adanya perubahan eksternal seperti kondisi pasar dan perekonomian suatu negara. Interpretasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tinjauan bagi perusahaan tambang dalam mengatur strategi terkait ESG pada bisnis pertambangan di Indonesia.