Ketersediaan unsur hara tanah yang seimbang menjadi isu krusial dalam produksi
pangan global karena pemupukan yang tidak tepat dosis dan waktu dapat memicu
penurunan produktivitas, pemborosan input, serta degradasi lingkungan. Penelitian
ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem smart farming berbasis
Internet of Things (IoT) dan multi-model analitik untuk mendukung pemupukan
presisi pada lahan cabai di Kebun Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota
Parepare. Metode yang digunakan adalah Design Science Research Methodology
(DSRM) dengan tahapan identifikasi masalah, perancangan artefak, implementasi,
dan evaluasi. Hasil pengukuran lapangan menghasilkan dataset gabungan sensor
dan cuaca yang menunjukkan bahwa lahan percobaan cenderung miskin nitrogen
(rata-rata 22,9 mg/kg, median 10 mg/kg, rentang 0–195 mg/kg), sementara fosfor
dan kalium relatif lebih tersedia namun fluktuatif (P rata-rata 97,1 mg/kg, K ratarata
89,8 mg/kg). Analisis data menggunakan multi-model smart farming, yaitu
Model A dikembangkan menggunakan Random Forest Classifier untuk mendeteksi
empat kelas kondisi agronomis (–1 = normal, 0 = pemupukan, 1 = pengairan
manual, 2 = hujan) berbasis fitur delta sensor, fitur waktu siklik, dan indikator hujan
sintetis. Setelah penanganan ketidakseimbangan kelas, Model A mencapai akurasi
sekitar 99,6% pada data uji, dengan kelas normal dikenali sangat baik (precision
±0,997; recall ±0,999). Event pemupukan yang terdeteksi digunakan untuk
mengkalibrasi model peluruhan eksponensial unsur hara, dengan konstanta
peluruhan nitrogen K = 0,79 hari?¹ sedangkan fosfor dan kalium memiliki K sekitar
0,75 hari?¹ dengan waktu paro sekitar 0,93 hari, yang menunjukkan bahwa lebih
dari separuh peningkatan N, P, K pasca pemupukan hilang dalam waktu kurang dari
dua hari. Parameter ini kemudian digunakan Model B untuk menyimulasikan
neraca harian N, P, K dan salinitas, serta menghasilkan rekomendasi dosis
pemupukan harian yang menjaga konsentrasi hara mendekati target tanpa
melampaui batas salinitas dan dosis maksimum. Secara keseluruhan, integrasi
perangkat IoT dengan multi model analitik menghasilkan sistem rekomendasi
pemupukan yang adaptif, spesifik lokasi, dan berpotensi menjadi fondasi
pengembangan praktik dan kebijakan pemupukan berbasis data dalam kerangka
precision agriculture.
Perpustakaan Digital ITB