Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan prevalensi
yang terus meningkat, namun penanganannya masih cenderung reaktif. Pendekatan
machine learning berpotensi mengestimasi risiko lebih dini, tetapi sifat black
box membatasi kepercayaan klinis, sedangkan luaran numerik Explainable Artificial
Intelligence (XAI) sulit dipahami masyarakat awam dan Large Language Model
(LLM) generik rentan halusinasi medis. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan
sistem estimasi risiko hipertensi yang mengintegrasikan machine
learning, XAI, dan LLM agar prediksi akurat, transparan, dan komunikatif. Metode
penelitian mengikuti kerangka CRISP-DM menggunakan data sekunder IFLS-5
yang menghasilkan 30.251 responden dewasa dengan sebelas fitur non-invasif. Dari
empat algoritma yang diuji melalui studi ablasi dua skenario pada validation set,
CatBoost terpilih sebagai model akhir dengan ROC-AUC 0,78 serta akurasi 0,72 pada
titik operasi Youden Index, memenuhi kriteria keberhasilan (ROC-AUC ? 0,75
dan akurasi ? 0,70). Interpretasi model dilakukan dengan SHAP, sedangkan narasi
dibangun melalui arsitektur dua lapis: nilai dan arah pengaruh ditetapkan secara
deterministik dari SHAP, sementara LLM (llama-3.1-8b-instant) menyederhanakan
bahasa agar mudah dipahami oleh pengguna. Seluruh komponen diintegrasikan
ke purwarupa berbasis web. Validasi oleh sepuluh dokter atas lima kasus representatif
memperoleh rerata 3,45 pada skala Likert 1–5 (valid), dan pengujian oleh 53
pengguna umum menunjukkan penerimaan tinggi dengan rerata di atas 4,1. Sistem
ini terbukti mampu menyajikan estimasi risiko yang akurat, transparan, dan mudah
dipahami sebagai alat bantu skrining awal dan edukasi faktor risiko, bukan sebagai
pengganti diagnosis tenaga kesehatan.
Perpustakaan Digital ITB