Sistem panas bumi Suwawa merupakan sistem panas bumi yang nonvulkanik yang
berada di busur utara Sulawesi. Keberadaan fluida dengan kandungan SO4 tinggi
menunjukkan pengaruh proses hidrothermal yang kompleks dan mengindikasikan
kemungkinan keterlibatan sumber panas yang berasal dari aktivitas magmatik.
Manifestasi panas bumi Suwawa tersebar pada menjadi lima kelompok yakni
Limbungo, Lombongo, Pangi, Hungoyono, dan Tulabolo. Namun, keterkaitan
antara karakteristik fluida, struktur geologi, kondisi hidrogeologi, dan mekanisme
sirkulasi fluida pada kelompok tersebut dalam membentuk satu sistem panas bumi
yang saling terhubung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
menginterpretasikan sistem hidrogeologi panas bumi Suwawa yang meliputi zona
recharge, akuifer dangkal, sumber panas, karakteristik fluida manifestasi, serta
implikasinya terhadap sistem panas bumi. Metode penelitian ini mengintegrasikan
analisis isotop stabil ?²H dan ?¹?O, analisis geologi dan geomorfologi, penginderaan
jauh, analisis geokimia, interpretasi geofisika, serta data sumur landaian suhu.
Hasil penelitian menunjukkan Sesar Duano, Sesar Pangi, Sesar limbungo-1, Sesar
Limbungo-2, Sesar Limbungo-3, Sesar Mendatar Tapadaa dan Sesar turun Limboto
berperan sebagai jalur recharge dan discharge. Zona recharge akuifer dangkal
dianalisa berdasarkan isotop stabil, Normalized Difference Vegetation Index
(NDVI) dan Fault Fracture Density (FFD), diperoleh zona recharge berada di utara
dan selatan daerah manifestasi pada elevasi 350-500 mdpl. Endapan Piroklastik
Pinogu yang hadir pada daerah lembah berkembang menjadi akuifer dangkal yang
membentang dari timur hingga ke barat. Analisa unsur terlarut pada klaster
Limbungo-Lombongo menunjukkan hasil yang signifikan pada unsur Cl dan SiO2.
Kehadiran unsur Cl pada zona upflow memiliki konsentrasi lebih tinggi yakni
950,42-951,41 mg/kg dan pada zona outflow yakni 107,4-107,73 mg/kg. Kehadiran
unsur SiO2 pada zona upflow memiliki konsentrasi 117,76-123,74 mg/kg dan pada
zona outflow yakni 44,49-48,47 mg/kg. Sedangkan klaster Pangi, Hungoyono dan
Tulabolo tidak memiliki zona outflow sehingga fluida meteorik dan fluida termal
bersirkulasi di sekitar sesar yang berada di daerah manifestasi. Karakteristik fluida
berdasarkan geoindikator Cl/B pada zona upflow memiliki nilai 40,09-68,78 dan
zona outflow yakni 92,79-129,9. Diagram Schoeller menunjukkan pola pengayaan
kation dan anion yang serupa, dimana terdapat pengayaan pada unsur Na, Cl, dan
Ca sehingga dapat disimpulkan fluida termal berasal dari satu reservoir. Analisa
isotop stabil menunjukkan sumber fluida termal berasal dari fluida meteorik yang
masuk ke reservoir, terpanaskan oleh sumber panas nonvulkanik yang berupa
anomali heatflow, kemudian bermigrasi kembali menuju permukaan melalui Sesar
Duano, Sesar Pangi, Sesar limbungo-1, Sesar Limbungo-2, Sesar Limbungo-3,
Sesar Mendatar Tapadaa dan Sesar turun Limboto dan berinteraksi dengan fluida
akuifer dangkal. Kondisi hidrogeologi dan geologi pada sistem panas bumi Suwawa
mengimplikasikan satu sistem panas bumi yang saling terhubung.
Perpustakaan Digital ITB