digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan teknologi kendaraan listrik saat ini merupakan upaya percepatan transisi energi, sehingga membutuhkan infrastruktur yang memadai, salah satunya adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Peningkatan beban jaringan akibat pengisian daya kendaraan listrik berpotensi menyebabkan overload, apabila tidak dilakukan manajemen energi listrik yang tepat. Pola pengisian daya kendaraan listrik pada waktu yang relatif bersamaan dengan waktu beban puncak juga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pembebanan gardu pada saat Waktu Beban Puncak dan Luar Waktu Beban Puncak. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan evaluasi pembebanan sistem jaringan distribusi dengan melakukan perencanaan rekayasa sistem jaringan yang tepat pada lokasi potensial SPKLU tersebut. Tesis ini membahas pemodelan antrean kendaraan listrik pada tahun 2025 dan proyeksi pada tahun 2030 berdasarkan karateristik pelanggan di wilayah Mustika Jaya. Parameter yang dimasukkan berdasarkan data jumlah kendaraan listrik dan jumlah transaksi yang terjadi di kondisi nyata. Data hasil simulasi pemodelan antrean ini divalidasi dengan data perusahaan terkait jumlah kali transaksi dan besarnya pendapatan yang diperoleh. Selain itu, tesis ini membahas analisis teknis dan finansial pada SPKLU existing yang telah terkoneksi ke jaringan distribusi berdasarkan pemodelan antrian sebelumnya. Analisis teknis tersebut meliputi profil pembebanan gardu existing dan dampak operasional SPKLU terhadap paremater jaringan distribusi, seperti jatuh tegangan, rugi-rugi jaringan, dan ketidakseimbangan beban gardu. Selanjutnya, tesis ini memberikan rekomendasi rekayasa sistem jaringan seperti peningkatan kapasitas daya trafo, pemindahan suplai jaringan tegangan rendah, dan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan pemakaian SPKLU untuk proyeksi pada tahun 2030. Di samping itu, tesis ini membahas perhitungan kajian kelayakan finansial terkait biaya investasi dan estimasi keuntungan perusahaan dari pemasangan SPKLU. Hasil pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi jaringan distribusi yang telah terpasang SPKLU dan ketika dilakukan rekayasa sistem jaringaan distribusi. Gambaran tersebut didapatkan dengan mengevaluasi parameter jaringan distribusi existing dan mengoptimalkan kapasitas trafo gardu pada rencana rekayasa sistem jaringannya. Selain itu, dengan adanya analisis finansial secara komprehensif, diharapkan dapat memberikan gambaran estimasi keuntungan perusahaan dalam usaha peningkatan penjualan energi listrik seiring dengan optimalisasi charging station dan kapasitas trafo gardu distribusi. Hasil yang diperoleh menggunakan skenario yang dipilih menunjukkan bahwa gardu yang ada dan gardu sisipan untuk SPKLU memiliki pembebanan 60-80% sesuai standar, tegangan di atas 0,9 p.u. rugi-rugi jaringan kurang dari 3 %, ketidakseimbangan beban gardu di bawah 20%.