Perkembangan teknologi kendaraan listrik saat ini merupakan upaya percepatan
transisi energi, sehingga membutuhkan infrastruktur yang memadai, salah satunya
adalah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Peningkatan beban
jaringan akibat pengisian daya kendaraan listrik berpotensi menyebabkan overload,
apabila tidak dilakukan manajemen energi listrik yang tepat. Pola pengisian daya
kendaraan listrik pada waktu yang relatif bersamaan dengan waktu beban puncak
juga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pembebanan gardu pada saat Waktu
Beban Puncak dan Luar Waktu Beban Puncak. Berdasarkan permasalahan tersebut,
dibutuhkan evaluasi pembebanan sistem jaringan distribusi dengan melakukan
perencanaan rekayasa sistem jaringan yang tepat pada lokasi potensial SPKLU
tersebut.
Tesis ini membahas pemodelan antrean kendaraan listrik pada tahun 2025 dan
proyeksi pada tahun 2030 berdasarkan karateristik pelanggan di wilayah Mustika
Jaya. Parameter yang dimasukkan berdasarkan data jumlah kendaraan listrik dan
jumlah transaksi yang terjadi di kondisi nyata. Data hasil simulasi pemodelan
antrean ini divalidasi dengan data perusahaan terkait jumlah kali transaksi dan
besarnya pendapatan yang diperoleh. Selain itu, tesis ini membahas analisis teknis
dan finansial pada SPKLU existing yang telah terkoneksi ke jaringan distribusi
berdasarkan pemodelan antrian sebelumnya. Analisis teknis tersebut meliputi profil
pembebanan gardu existing dan dampak operasional SPKLU terhadap paremater
jaringan distribusi, seperti jatuh tegangan, rugi-rugi jaringan, dan
ketidakseimbangan beban gardu. Selanjutnya, tesis ini memberikan rekomendasi
rekayasa sistem jaringan seperti peningkatan kapasitas daya trafo, pemindahan
suplai jaringan tegangan rendah, dan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk
mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan pemakaian SPKLU untuk proyeksi
pada tahun 2030. Di samping itu, tesis ini membahas perhitungan kajian kelayakan
finansial terkait biaya investasi dan estimasi keuntungan perusahaan dari
pemasangan SPKLU.
Hasil pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai
kondisi jaringan distribusi yang telah terpasang SPKLU dan ketika dilakukan
rekayasa sistem jaringaan distribusi. Gambaran tersebut didapatkan dengan
mengevaluasi parameter jaringan distribusi existing dan mengoptimalkan kapasitas
trafo gardu pada rencana rekayasa sistem jaringannya. Selain itu, dengan adanya
analisis finansial secara komprehensif, diharapkan dapat memberikan gambaran
estimasi keuntungan perusahaan dalam usaha peningkatan penjualan energi listrik
seiring dengan optimalisasi charging station dan kapasitas trafo gardu distribusi.
Hasil yang diperoleh menggunakan skenario yang dipilih menunjukkan bahwa
gardu yang ada dan gardu sisipan untuk SPKLU memiliki pembebanan 60-80%
sesuai standar, tegangan di atas 0,9 p.u. rugi-rugi jaringan kurang dari 3 %,
ketidakseimbangan beban gardu di bawah 20%.
Perpustakaan Digital ITB