Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi karena gangguan metabolisme glukosa darah, terdapat dua tipe DM yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2, dengan DM tipe 2 merupakan kontributor terbesar dalam kasus penyakit diabetes. DM tipe 2 dapat diminimalisasi dengan pemberian obat, glimepiride merupakan salah satu obat yang dapat menstimulasi sekresi insulin di dalam tubuh. Namun, glimepiride memiliki kelarutan yang rendah dalam air sehingga kinerjanya di dalam tubuh menjadi tidak optimal. Oleh karena itu agen penghantar obat diperlukan sebagai bagian dari drug delivery system (DDS). Salah satu agen penghantar obat adalah polimer yang dapat mengenkapsulasi zat terapeutik seperti glimepiride. Senyawa turunan kitosan, yaitu karboksimetil kitosan (CMCS), digunakan dalam penelitian ini karena bersifat lebih mudah terdegradasi dalam air, sehingga lebih mudah terdegradasi secara biologis. Dalam penelitian ini, CMCS disintesis dari kitosan yang diisolasi dari limbah kulit udang Litopenaeus vannamei. Sintesis CMCS dilakukan melalui reaksi karboksimetilasi dengan metode konvensional dan Microwave- Assisted Organic Synthesis (MAOS) menggunakan variasi medium cairan ion turunan imidazol, yaitu 1-butil-3-metilimidazolium klorida ([BMIm]Cl), 1-butil-3- metilimidazolium bromida ([BMIm]Br), 1-etil-3-metilimidazolium bromida ([EMIm]Br), dan 1-etil-3-metil imidazolium asetat ([EMIm]OAc). Karakterisasi terhadap CMCS dilakukan menggunakan spektrofotometri FTIR dan NMR, Particle Size Analyzer (PSA), dan Zeta Potential Analyzer (ZPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan hasil isolasi memiliki nilai derajat deasetilasi (DD) sebesar 70,43%. Sintesis CMCS menggunakan metode MAOS dalam medium [BMIm]Cl menghasilkan produk dengan kelarutan terbaik dalam air dengan nilai derajat substitusi (DS) sebesar 0,67. Uji enkapsulasi menunjukkan bahwa penggunaan pengemulsi Tween 80 memberikan efisiensi enkapsulasi (%EE) tertinggi sebesar 94,3% dibandingkan dengan pengemulsi cairan ionik. Karakterisasi stabilitas partikel menunjukkan bahwa CMCS komersial memiliki stabilitas yang lebih baik daripada CMCS hasil sintesis. Studi pelepasan obat secara in vitro dengan metode uji disolusi dengan medium phosphate buffered saline (PBS) menunjukkan bahwa mekanisme pelepasan glimepiride mengikuti model difusi Fickian, yaitu obat dilepaskan secara perlahan melalui pori-pori matriks enkapsulator.
Perpustakaan Digital ITB