digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

DINDA RACHMA AULIA
PUBLIC Open In Flipbook Latifa Noor

Lignoselulosa merupakan biomassa dinding sel tumbuhan yang tersusun atas tiga polimer utama, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Proses degradasi selulosa menjadi glukosa memerlukan aktivitas enzim selulase, salah satunya adalah endoglukanase yang berperan dalam memutus ikatan ?-1,4-glikosidik. Penelitian ini mengkaji gen pengode endoglukanase termofilik (Bcelfp) yang berasal dari bakteri Fervidobacterium pennivorans. Tujuan dari penelitian ini adalah mengekspresikan gen bcelfp tersebut ke dalam sistem ekspresi Escherichia coli BL21(DE3) dan menganalisis aktivitas enzim terhadap berbagai jenis substrat, meliputi CMC (carboxymethyl cellulose), wheat (gandum), rye (gandum hitam), sorgum, semolina, dan daun jagung. Tahapan metode yang dilakukan mencakup transformasi plasmid ke dalam pET28a-Bcelfp ke dalam sel E. coli BL21(DE3), produksi endoglukanase BcelFp, pemecahan sel (lisis) dengan sonikator, serta visualisasi protein menggunakan SDS- PAGE (sodium dodecyl sulfate–polyacrylamide gel electrophoresis). Uji konsentrasi protein dilakukan menggunakan metode Bradford, sementara uji aktivitas enzim ditentukan melalui metode DNS (asam 3,5-dinitrosalisilat). Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa gen pengode endoglukanase BcelFp berhasil diekspresikan dengan baik, ditandai dengan munculnya pita protein pada berat molekul sekitar 37,89 kDa. Berdasarkan hasil uji Bradford, diperoleh konsentrasi enzim sebesar 9,121 µg/µL. Pengujian aktivitas menunjukkan bahwa endoglukanase BcelFp aktif menghidrolisis seluruh substrat yang diuji. Aktivitas spesifik tertinggi tercatat pada substrat turunan selulosa (CMC) dengan nilai mencapai 0,950±0,024 U/mg. Pada pengujian menggunakan kelompok substrat alami, aktivitas enzim menunjukkan nilai yang lebih rendah dengan urutan spesifisitas dari yang tertinggi ke terendah adalah gandum hitam, semolina, gandum, sorgum, dan daun jagung.