digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ISTI ISTIQAMAH
PUBLIC Open In Flipbook Latifa Noor

ISTI ISTIQOMAH
EMBARGO  2029-05-22 

ISTI ISTIQOMAH
EMBARGO  2029-05-22 

ISTI ISTIQOMAH
EMBARGO  2029-05-22 

ISTI ISTIQOMAH
EMBARGO  2029-05-22 

ISTI ISTIQOMAH
EMBARGO  2029-05-22 

ISTI ISTIQOMAH
EMBARGO  2029-05-22 

ISTI ISTIQOMAH
PUBLIC Open In Flipbook Latifa Noor

Matoa atau (Pometia pinnata J.R.Forst. & G.Forst.) merupakan tumbuhan endemik Papua yang menghasilkan buah dengan profil rasa unik, hasil perpaduan leci, rambutan, dan durian. Secara tradisional, tumbuhan ini digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, seperti demam, sakit kepala, penyakit kulit, masalah pencernaan dan lainnya. Beberapa publikasi menyatakan bahwa ekstrak P. pinnata memiliki beragam aktivitas, seperti antiplasmodium, antidiabetes, antiobesitas, antioksidan, anti-HIV dan lainnya. Namun, informasi mengenai kandungan senyawa dan juga bioaktivitas dari komponen-komponen dalam tumbuhan ini belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian fitokimia, bioaktivitas, dan melakukan karakterisasi profil metabolit dari P. pinnata, serta mengungkapkan senyawa bioaktif dengan metabolomik berbasis NMR. Pada tahap awal, metabolit sekunder daun P. pinnata diisolasi dengan berbagai teknik kromatografi dan ditentukan strukturnya dengan teknik spektroskopi NMR dan spektrometri massa. Senyawa-senyawa murni yang diperoleh ini digunakan sebagai standar pada studi metabolomik. Pada tahap selanjutnya, senyawa murni dan ekstrak dari berbagai organ P. pinnata, termasuk daun, daging buah, biji, dan kulit buah dievaluasi potensi bioaktivitasnya melalui berbagai uji, seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi dan sitotoksisitas. Pada tahap terakhir, kajian metabolomik dilakukan terhadap keempat organ dari P. pinnata tersebut untuk menganalisis profil metabolit yang terkandung pada setiap bagian tumbuhan ini. Analisis data multivariat diaplikasikan untuk membandingkan profil metabolit antar organ tersebut dan mengidentifikasi metabolit yang diprediksi berkontribusi terhadap aktivitas antidiabetes (in vitro) yang dimilikinya. Pada studi fitokimia, lima senyawa murni telah berhasil diisolasi dari fraksi aseton daun P. pinnata, yaitu satu senyawa baru pometin B, dan empat senyawa lainnya yaitu kaempferol-3-O-ramnosida, kuersetin-3-O-ramnosida, proantosianidin A2 dan stigmasterol 3-O-glukosida. Menariknya, pometin B, suatu triterpenoid pentasiklik dengan kerangka dasar hederagenin, dengan struktur yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Kajian bioaktivitas menunjukkan bahwa senyawa fenolik yang diisolasi dari daun P. pinnata (kaempferol-3-O-ramnosida, kuersetin-3-O- ramnosida, dan proantosianidin A2) memiliki potensi antioksidan, antidiabetes dan antiinflamasi yang sangat baik. Pada pengujian antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP, senyawa proantosianidin A2 menunjukkan aktivitas yang sangat baik (IC50=5,71 ?M untuk DPPH) dan (EC50=8,07 ?M untuk FRAP). Pada uji inhibisi terhadap ?-glukosidase, ketiga senyawa fenolik tersebut menunjukkan aktivitas inhibisi yang lebih baik dari akarbosa sebagai standar positif. Selain itu, pengujian antiinflamasi menunjukkan bahwa ketiga senyawa fenolik tersebut juga memiliki potensi yang sangat besar pada inhibisi produksi NO, dengan rentang nilai persen inhibisi berada pada 57–70%. Pengujian sitotoksik yang dilakukan terhadap empat lini sel (P-388, MCF-7, HepG2 dan A549) menunjukkan senyawa kuersetin 3-O- ramnosida memperlihatkan efek sitotoksik yang stabil dan signifikan pada seluruh lini sel yang diujikan. Pometin B juga menunjukkan aktivitas sitotoksik yang signifikan terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 sebesar 3,69 ?M. Kajian ini berhasil menunjukkan potensi bioaktivitas yang dimiliki oleh senyawa murni hasil isolasi dari daun P. pinnata. Selain itu, evaluasi antidiabetes secara in vitro terhadap empat ekstrak organ P. pinnata menunjukkan ekstrak daun secara konsisten menunjukkan aktivitas yang baik terhadap empat variasi enzim yang digunakan. Hal tersebut mengindikasikan potensi antidiabetes yang dimiliki oleh daun P. pinnata. Penelitian ini merupakan kajian pertama yang berhasil mengungkapkan profil metabolit dari keempat organ P. pinnata (daun, daging buah, biji, dan kulit buah), serta melakukan kajian hubungan metabolit dengan aktivitas antidiabetes menggunakan pendekatan metabolomik berbasis NMR. Hasil kajian metabolomik terhadap organ P. pinnata menunjukkan bahwa terdapat 29 metabolit yang telah berhasil diidentifikasi dari keempat organ P. pinnata, meliputi 19 metabolit primer dan 10 metabolit sekunder. Selain itu proses kuantifikasi metabolit telah berhasil menunjukkan metabolit-metabolit dominan yang terkandung dalam tiap organ tersebut. Hasil analisis multivariat dengan model PCA (Principal Component Analysis) berhasil mengungkapkan bahwa biji, buah, daun dan kulit buah dari P. pinnata memiliki profil metabolit yang unik. Daun mengandung konsentrasi proantosianidin A2, asam kuinat, dan kolin yang tinggi. Organ buahnya dicirikan dengan kandungan senyawa sukrosa dan fruktosa yang melimpah. Kulit buah P. pinnata dibedakan dengan hederagenin dan trigonelin, sedangkan bijinya dicirikan dengan keberadaan asam oleat dan GABA (asam gamma-aminobutirat). Pada studi ini, model PLS (Partial Least Squares) berhasil mengungkapkan metabolit-metabolit yang diprediksi memiliki aktivitas antidiabetes secara in vitro. Informasi tersebut diperoleh melalui analisis korelasi antara profil metabolit ekstrak organ P. pinnata dengan aktivitas penghambatan keempat enzim yang diuji, yaitu ?- glukosidase, SI (sukrase isomaltase), MGAM (maltase glukoamilase) dan DPP- IV. Asam oleat dan proantosianidin A2 merupakan komponen-komponen aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas inhibisi terhadap ?-glukosidase. Pometin B dan proantosianidin A2 dilaporkan memiliki korelasi positif terhadap aktivitas inhibisi terhadap SI dan MGAM. Sementara itu, metabolit kaempferol-3- O-ramnosida dan kuersetin-3-O-ramnosida merupakan komponen-komponen yang bertanggung jawab atas aktivitas inhibisi terhadap DPP-IV. Hasil analisis tersebut sejalan dengan hasil pengujian antidiabetes secara in vitro terhadap ?-glukosidase, dimana senyawa-senyawa fenolik menunjukkan aktivitas yang signifikan sebagai agen antidiabetes, selain itu pometin B juga menunjukkan aktivitas yang baik dalam menginhibisi kerja SI. Studi ini secara komprehensif berhasil mengisolasi berbagai senyawa bioaktif serta mengungkap profil metabolit dan potensi bioaktivitas P.pinnata melalui pendekatan metabolomik berbasis NMR. (RUMUS)