digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


RACHEL SALASYA PRIBUANI
EMBARGO  2029-10-28 

RACHEL SALASYA PRIBUANI
EMBARGO  2029-10-28 

RACHEL SALASYA PRIBUANI
EMBARGO  2029-10-28 

RACHEL SALASYA PRIBUANI
EMBARGO  2029-10-28 

RACHEL SALASYA PRIBUANI
EMBARGO  2029-10-28 

RACHEL SALASYA PRIBUANI
EMBARGO  2029-10-28 


Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) merupakan metode pemisahan senyawa berdasarkan pada perbedaan interaksi analit terhadap fasa diam dan fasa gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis poli(vinil trietoksisilan-ko-divinil benzena) sebagai fasa diam KCKT. Prekursor vinil trietoksisilan (VTES) dan divinil benzena (DVB) direaksikan menggunakan benzoil peroksida (BPO) sebagai inisiator melalui reaksi polimerisasi adisi. Perbandingan mol BPO, DVB, dan VTES berturut-turut sebesar 1 : 25 : 100. Reaksi sintesis berlangsung selama 7 jam pada suhu 80 °C dan dilanjutkan dengan pengadukan selama 20 jam pada suhu ruang. Keberhasilan dari sintesis ini ditandai dengan munculnya puncak vibrasi gugus C=C pada 759 cm?1, Si-O pada 1052 cm?1, dan C-H pada 2842 cm?1 pada karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan poli(VTES-ko-DVB) memiliki bentuk spheric dengan diameter berkisar antara 2,77 ? 3,47 ????????. Pengujian sudut kontak menghasilkan sudut sebesar 126,8° yang menunjukkan poli(VTES-ko-DVB) bersifat hidrofobik. Hasil analisis dengan Thermogravimetric Analysis (TGA) menunjukkan adanya dekomposisi senyawa organik dan mengonfirmasi keberadaan silika sebesar 30%. Poli(VTES-ko-DVB) digunakan sebagai fasa diam pada kolom KCKT dengan ukuran 150×4,6 mm dan berhasil memisahkan campuran parasetamol dan kafein dengan eluen MeOH 100% dengan laju alir 0,6 mL/menit. Namun, pengujian tidak dapat dilanjutkan untuk tahap optimasi akibat tekanan yang terlalu tinggi serta terjadinya pelarutan sebagian material fasa diam oleh eluen yang digunakan. Meskipun demikian, poli(VTES-ko-DVB) menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai fasa diam KCKT.