Metilen biru (MB) merupakan zat warna sintesis kationik yang umum digunakan dalam industri tekstil. Kadar MB yang berlebih dalam limbah industri tekstil dapat mengganggu ekosistem perairan dan membahayakan kesehatan manusia, sehingga diperlukan metode pemisahan yang efektif. Adsorpsi menjadi salah satu metode yang efektif untuk memisahkan MB dari larutan. Namun, penggunaan adsorben berbentuk serbuk masih memiliki keterbatasan dalam proses pemisahan setelah adsorpsi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyintesis adsorben komposit berbasis serbuk daun murbei hitam (DMH) dan kalsium oksida (CaO) yang dienkapsulasi dalam matriks kalsium alginat sebagai adsorben MB. Komposit tersebut, yang selanjutnya disebut komposit ADC, memiliki bentuk bulir guna mempermudah pemisahan adsorben dari larutan. CaO hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction), FTIR (Fourier Transform Infrared), dan PSA (Particle Size Analyzer). Komposit ADC dikarakterisasi menggunakan FTIR dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Pola difraksi CaO hasil sintesis menunjukkan kesesuaian dengan CaO referensi. Spektrum IR CaO hasil sintesis menunjukkan adanya puncak serapan khas dari vibrasi gugus Ca–O (875 cm?¹). Grafik distribusi ukuran partikel menunjukkan bahwa CaO memiliki ukuran rata-rata sebesar 296,2 ± 5,2 nm. Spektrum IR komposit ADC menunjukkan bahwa adsorben berhasil disintesis. Spektrum IR komposit ADC setelah kontak menunjukkan terjadinya pergeseran puncak serapan gugus hidroksil (3437 cm?¹ ? 3423 cm?¹), karboksil (1623 cm?¹ ? 1604 cm?¹ dan 1431 cm?¹ ? 1421 cm?¹), serta eter (1026 cm?¹ ? 1033 cm?¹). Citra SEM komposit ADC juga menunjukkan perubahan morfologi permukaan komposit setelah proses adsorpsi. Komposit ADC menunjukkan kondisi adsorpsi optimum pada komposisi 3:2:0,2:0,1 (% b/v alginat:CaCl?:CaO:serbuk DMH), pH 4, massa adsorben 0,2 g, dan waktu kontak 180 menit. Studi kinetika dan isoterm adsorpsi menunjukkan bahwa proses adsorpsi mengikuti model orde satu semu (k = 0,0119 menit?¹) dan model isoterm
Langmuir (??????????? = 180,16 mg/g pada 303 K). Studi termodinamika menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara endotermik (??° = 15,46 kJ/mol), spontan (??°303 ? = ?21,75 kJ/mol), serta disertai peningkatan ketidakteraturan sistem (??° =
122,80 J/mol?K).
Perpustakaan Digital ITB