digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

YASMIN MUTHMAINAH
PUBLIC Open In Flipbook Latifa Noor

Radiasi sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu penyebab utama kerusakan kulit akibat pembentukan reactive oxygen species (ROS), yang memicu stres oksidatif, penuaan dini (photoaging), dan meningkatkan risiko kanker kulit. Pengembangan bahan aktif alami dengan aktivitas antioksidan dan fotoprotektif menjadi salah satu strategi untuk mencegah kerusakan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi dan mengkarakterisasi fukoidan dari Sargassum sp., serta mengevaluasi aktivitas antioksidan in vitro dan anti-UVB kombinasi fukoidan dengan ekstrak teh hijau sebagai kandidat bahan aktif anti-aging. Fukoidan diekstraksi menggunakan metode berbantu enzim selulase dan etanol 85%, sedangkan ekstrak teh hijau diperoleh melalui maserasi etanol. Karakterisasi fukoidan meliputi FTIR, 1H-NMR, SEM-EDX, XRD, dan kadar sulfat, sedangkan ekstrak teh hijau dikarakterisasi berdasarkan kadar fenolik total. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode ABTS melalui nilai IC?? dan interaksi kombinasi dianalisis menggunakan Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI), sedangkan aktivitas anti-UVB dievaluasi berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF). Rendemen fukoidan yang diperoleh sebesar 1,25 ± 0,04% (etanol 85%) dan 2,47 ± 0,37% (enzim selulase), sedangkan rendemen ekstrak teh hijau sebesar 36,39 ± 2,52 %. Nilai IC?? fukoidan metode enzim, fukoidan metode etanol 85%, ekstrak teh hijau, dan kombinasi rasio 1:2 berturut-turut sebesar 174,55; 166,87; 6,97; dan 7,33 ppm, dengan nilai FICI 0,5-1 yang menunjukkan interaksi aditif. Nilai SPF masing-masing sampel berturut-turut sebesar 6,11 ± 1,35; 6,75 ± 0,10; 9,89 ± 0,55; dan 8,82 ± 0,31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fukoidan dan ekstrak teh hijau berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan aktif alami untuk aplikasi anti-aging melalui aktivitas antioksidan dan fotoprotektif terhadap radiasi UVB.