RASYAD DERMAWAN
EMBARGO  2029-08-12 
EMBARGO  2029-08-12 
RASYAD DERMAWAN
EMBARGO  2029-08-12 
EMBARGO  2029-08-12 
RASYAD DERMAWAN
EMBARGO  2029-08-12 
EMBARGO  2029-08-12 
RASYAD DERMAWAN
EMBARGO  2029-08-12 
EMBARGO  2029-08-12 
RASYAD DERMAWAN
EMBARGO  2029-08-12 
EMBARGO  2029-08-12 
RASYAD DERMAWAN
EMBARGO  2029-08-12 
EMBARGO  2029-08-12 
Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi fungsi organ manusia akibat penumpukan glukosa dalam sistem peredaran darah. Penelitian mengenai sensor glukosa semakin berkembang agar diabetes bisa diidentifikasi sejak dini secara noninvasif. MOFs (Metal-Organic Frameworks) adalah material dengan sifat berpori yang mampu mengadsorpsi analit. Salah satu MOF yang paling menjanjikan dalam hal ini adalah MOF Cu- BTC yang terdiri dari ion pusat Cu(II) dan penghubung benzen trikarboksilat (BTC). Sensitivitas elektroda juga dapat ditingkatkan melalui inkorporasi AgNP (nanopartikel perak) di dalam matriks elektroda. Namun, kinerja kedua material ini dalam deteksi glukosa belum dibandingkan dengan detail. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja elektroda nanokomposit AgNP/Cu-BTC sebagai sensor glukosa secara voltammetri. MOF Cu-BTC disintesis melalui metode solvotermal dari prekursor Cu(NO3)2·3H2O dan H3BTC. AgNP disintesis dari prekursor AgNO3 yang direduksi dengan natrium sitrat. Elektroda difabrikasi dengan campuran grafit/PVDF pada permukaan pelat tembaga. MOF Cu-BTC berhasil disintesis dengan orientasi pertumbuhan kristal dominan pada bidang (222). Spektrum FTIR MOF Cu-BTC menunjukkan serapan karakteristik ulur Cu-O pada 727 cm-1. AgNP memiliki puncak serapan UV-Vis pada 413 nm, dengan rata-rata ukuran partikel sebesar 41,5 nm berdasarkan karakterisasi DLS. Elektroda dengan rasio MOF Cu-BTC : AgNP = 1:3 menunjukkan kinerja yang terbaik sebagai sensor glukosa, dengan batas deteksi sebesar 0,01007 mM; sensitivitas sebesar 307,7 ?A mM-1 cm-2 , serta rentang linear pada 0,05 mM– 20 mM.
Perpustakaan Digital ITB