digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Elektrifikasi penuh 20 koridor TransJogja menuntut perencanaan operasional dan investasi yang matang, khususnya terkait letak dan kapasitas Stasiun Pengisian Ken-daraan Listrik Umum (SPKLU), serta mekanisme pengisian daya baterai yang op-timal. Mengingat besamya risiko pengujian langsung di lapangan, penelitian ini merancang simulasi operasi annada berbasis peristiwa diskrit (Discrete-Event Si- mulation) untuk menjalankan seluruh koridor secara simultan. Mesin simulasi ini diintegrasikan dengan metode Monte Carlo (N = 100 repetisi) menggunakan dis- tribusi log-normal (Coefficient of Variation 15% antar-hari dan 5% antar-segmen) guna menangkap variabilitas lalu lintas, serta model konsuinsi energi baterai rasio-nal polinomial. Evaluasi terhadap 31 skenario komprehensif menghasilkan tiga te-muan utama. Pertama, kapasitas SPKLU memiliki titik patah (regime shift) yang sangat tajam; contohnya, pengurangan infrastruktur terdistribusi dari 19 mcnjadi 18 gun melonjakkan rata-rata kelumpuhan rute dari 5,52 menjadi 8,85 kejadian per hari. Kedua, penambahan infrastruktur fisik dan algoritma penjadwalan dinamis meme-cahkan masalah yang berbed·a. P?nambahan kapasitas fisik pada titik kemacetan menjadi 26 gun (S28) paling efektif menekan headway rata-rata (26,14 menit) dan meloloskan 17 dari 20 rute pada toleransi kedatangan ±IO menit, namun belum menghilangkan risiko kelumpuhan sepenuhnya (0,01 rnte/hari). Sebaliknya, algori-trna pengisian dinamis tanpa penambahan infrastruktur (S31) sukses mengeliminasi kelumpuhan rute menjadi nol, walau dengan headway yang memburuk (33,10 me-nit). Ketiga, skenario kombinasi yang menggabungkan infrastruktur 26 gun dan algoritma dinamis (S33) mencapai keandalan absolut dengan no! rute terdegradasi pada uji ketahanan 14 hari beruntun, dengan kompromi headway moderat (30,78 menit). Karena tidak ada skenario yang meloloskan selurnh rute tanpa kelonggar-an toleransi, temuan ini memberikan dasar kuantitatifbagi pembuat kebijakan untuk menyesuaikan target headway layanan atau menambah investasi infrastruktur di atas skenario ekuilibrium yang ditemukan pada tugas akhir ini.