Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu bandara tersibuk di
Indonesia. Namun, tingkat pemanfaatan sisi udaranya terhadap kapasitas
maksimum belum diketahui secara pasti sehingga sulit menilai seberapa dekat
sistem eksisting terhadap batas throughput maksimum sebelum kinerjanya
menurun. Penelitian ini bertujuan membangun model simulasi operasi sisi udara
dan mengestimasi throughput maksimumnya dengan mempertimbangkan interaksi
antarfasilitas serta variabilitas operasional di lapangan. Pendekatan yang digunakan
adalah Discrete-Event Simulation (DES) karena mampu memodelkan interaksi
runway, taxiway, dan apron secara terintegrasi sekaligus merepresentasikan antrean
dan variabilitas operasional. Model dikembangkan menggunakan perangkat lunak
AnyLogic yang merepresentasikan seluruh rangkaian proses pesawat berdasarkan
data observasi lapangan selama 17 jam operasi. Melalui analisis sensitivitas traffic,
diperoleh estimasi throughput maksimum pada skenario komposisi pesawat
eksisting (Mix Aircraft) sebesar 306 pesawat per 17 jam operasi tanpa latent
demand. Analisis skenario komposisi pesawat menunjukkan variasi kapasitas yang
signifikan, mulai dari 435 pesawat per 17 jam pada skenario armada seluruhnya
propeller (All Propeller) hingga hanya 9 pesawat pada skenario armada seluruhnya
super heavy (All Super Heavy). Temuan ini menunjukkan bahwa komposisi jenis
pesawat berpengaruh signifikan terhadap throughput maksimum sisi udara,
terutama melalui pengaruhnya pada kompatibilitas dan fleksibilitas penggunaan
stand di apron.
Perpustakaan Digital ITB