digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peningkatan stabilitas tanah ekspansif bertipe Clay Very High Plasticity (CV) melalui penambahan nano kapur (CaO <200 nm), nano silika (SiO? <200 nm), dan Biopolymer Chitosan, serta mengembangkan model prediksi Plasticity Index (PI). Tanah CV yang digunakan didominasi Camontmorillonit dan memiliki PI >50 sehingga menunjukkan potensi kembang– susut tinggi. Pengujian meliputi batas-batas Atterberg, pemadatan Standard Proctor, Unconfined Compressive Strength (UCS), swelling pressure, XRD, FTIR, serta SEM–EDS. Campuran 3% nano kapur dan 1% nano silika menurunkan swelling pressure dari 447,83 menjadi 4,91 kPa setelah pemeraman tujuh hari atau lebih dari 98%. Penambahan 3% nano kapur, 1% nano silika, dan 0,05% Chitosan meningkatkan UCS dari 233,26 kPa pada tanah asli menjadi 923,98 kPa pada umur kurang dari 24 jam. Nilai UCS tertinggi sebesar 1.200,24 kPa diperoleh pada campuran 3% nano kapur dan 1% nano silika setelah pemeraman 21 hari. Pengujian pemadatan menunjukkan peningkatan berat isi kering maksimum sebesar 7% dan penurunan kadar air optimum sebesar 30%. Hasil XRD, FTIR, dan SEM–EDS mengindikasikan berlangsungnya reaksi pozzolanik, pembentukan produk hidrasi yang konsisten dengan C–S–H dan C–A–H, serta perubahan mikrostruktur dari berpori menjadi lebih padat dengan distribusi Ca, Si, dan Mg yang lebih merata. Model prediksi yang dikembangkan menghasilkan persamaan PI = ?18,915 + 0,867LL ? 1,845NK ? 0,638NS ? 149,123B dengan R² sebesar 0,986 dan kinerja terbaik pada rentang PI 40–80. Hasil penelitian menunjukkan potensi sistem stabilisasi hibrida nano–Chitosan dalam meningkatkan kekuatan dan kestabilan volumetrik tanah ekspansif pada skala laboratorium.