Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peningkatan stabilitas tanah ekspansif bertipe
Clay Very High Plasticity (CV) melalui penambahan nano kapur (CaO <200 nm),
nano silika (SiO? <200 nm), dan Biopolymer Chitosan, serta mengembangkan
model prediksi Plasticity Index (PI). Tanah CV yang digunakan didominasi Camontmorillonit
dan memiliki PI >50 sehingga menunjukkan potensi kembang–
susut tinggi. Pengujian meliputi batas-batas Atterberg, pemadatan Standard
Proctor, Unconfined Compressive Strength (UCS), swelling pressure, XRD, FTIR,
serta SEM–EDS. Campuran 3% nano kapur dan 1% nano silika menurunkan
swelling pressure dari 447,83 menjadi 4,91 kPa setelah pemeraman tujuh hari atau
lebih dari 98%. Penambahan 3% nano kapur, 1% nano silika, dan 0,05% Chitosan
meningkatkan UCS dari 233,26 kPa pada tanah asli menjadi 923,98 kPa pada umur
kurang dari 24 jam. Nilai UCS tertinggi sebesar 1.200,24 kPa diperoleh pada
campuran 3% nano kapur dan 1% nano silika setelah pemeraman 21 hari. Pengujian
pemadatan menunjukkan peningkatan berat isi kering maksimum sebesar 7% dan
penurunan kadar air optimum sebesar 30%. Hasil XRD, FTIR, dan SEM–EDS
mengindikasikan berlangsungnya reaksi pozzolanik, pembentukan produk hidrasi
yang konsisten dengan C–S–H dan C–A–H, serta perubahan mikrostruktur dari
berpori menjadi lebih padat dengan distribusi Ca, Si, dan Mg yang lebih merata.
Model prediksi yang dikembangkan menghasilkan persamaan PI = ?18,915 +
0,867LL ? 1,845NK ? 0,638NS ? 149,123B dengan R² sebesar 0,986 dan kinerja
terbaik pada rentang PI 40–80. Hasil penelitian menunjukkan potensi sistem
stabilisasi hibrida nano–Chitosan dalam meningkatkan kekuatan dan kestabilan
volumetrik tanah ekspansif pada skala laboratorium.
Perpustakaan Digital ITB